Otomotif 03 May 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

BYD Hadapi Tekanan, Ekspansi Global Jadi Penopang

Penjualan domestik BYD melemah, namun pasar luar negeri tumbuh signifikan dan menjadi penopang utama kinerja perusahaan.

Penjualan BYD di China melemah, namun ekspor melonjak signifikan. Simak strategi BYD mengandalkan pasar global di tengah tekanan.

Ilustrasi mobil BYD yang dipajang di sebuah pameran. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi mobil BYD yang dipajang di sebuah pameran. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - BYD mengandalkan pasar luar negeri untuk mengatasi pelemahan penjualan domestik yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Produsen kendaraan listrik asal Shenzhen tersebut mencatat penjualan kendaraan penumpang sebanyak 314.100 unit pada April 2026, turun 15,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

CarNewsChina melaporkan, penurunan ini memperpanjang tren negatif tahunan yang telah berlangsung selama delapan bulan berturut-turut sejak September 2025.

Di sisi lain, penjualan luar negeri justru menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada April, BYD mencatat penjualan internasional sebesar 134.542 unit mobil penumpang dan pikap, naik 70,9 persen secara tahunan. Angka ini menyumbang sekitar 42,8 persen dari total penjualan bulanan perusahaan.

Kenaikan tersebut terjadi di tengah pemulihan bertahap penjualan secara bulanan, setelah sebelumnya terdampak perlambatan musiman pada periode Tahun Baru Imlek. Secara bulanan, penjualan kendaraan penumpang BYD meningkat 6,2 persen dari 295.639 unit pada Maret.

Secara kumulatif, penjualan BYD dari Januari hingga April 2026 mencapai 1.003.039 unit kendaraan penumpang, turun 26,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, penjualan luar negeri pada periode tersebut meningkat 59,8 persen menjadi 455.707 unit.

Data tersebut menunjukkan kontribusi pasar internasional yang semakin besar dalam menopang kinerja penjualan BYD, seiring dengan melemahnya permintaan di pasar domestik China.

Secara total, termasuk kendaraan komersial dan bus, BYD menjual 321.123 unit kendaraan pada April 2026.

Dari sisi merek, lini utama BYD yang mencakup seri Dynasty dan Ocean mencatat penjualan 273.448 unit, turun 21,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebaliknya, merek Fang Cheng Bao mencatat pertumbuhan 190,2 persen menjadi 29.138 unit. Sementara itu, merek premium Denza mengalami penurunan 26,9 persen menjadi 11.250 unit, sedangkan merek kelas atas Yangwang tumbuh 95,6 persen menjadi 264 unit.

Kinerja penjualan tersebut juga terjadi setelah perusahaan melaporkan penurunan profitabilitas pada kuartal pertama 2026. Laba bersih BYD turun 55,4 persen secara tahunan menjadi 4,09 miliar yuan, atau sekitar 599,0 juta dolar AS, seiring tekanan dari perang harga di pasar domestik serta meningkatnya biaya perangkat keras.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait