Otomotif 08 May 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

BYD Pimpin Pasar NEV April 2026, Leapmotor Bikin Kejutan

BYD masih memimpin pasar kendaraan energi baru China pada April 2026, sementara Leapmotor, Zeekr, dan Chery mencatat lonjakan penjualan.

BYD tetap memimpin pasar mobil listrik China April 2026. Leapmotor, Zeekr, dan Chery mencatat pertumbuhan penjualan signifikan.

Ilustrasi penjualan mobil China di dunia. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi penjualan mobil China di dunia. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Peta persaingan industri kendaraan energi baru (NEV) pada April 2026 kembali didominasi oleh sejumlah pemain besar.

Melansir CarNewsChina, BYD masih memimpin pasar dengan total penjualan mencapai 314.100 unit. Di belakangnya, SAIC dan Geely menyusul dalam daftar produsen dengan performa penjualan signifikan.

Sementara Chery mencatat tonggak baru setelah penjualan NEV-nya untuk pertama kalinya menembus angka 100.000 unit.

Di segmen pemain baru, performa Leapmotor dan Zeekr mencuri perhatian. Leapmotor berhasil mengirimkan 71.387 unit sepanjang April, naik 73,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini sekaligus menandai bulan ketiga berturut-turut perusahaan tersebut memimpin kelompok produsen “kekuatan baru”. Perusahaan tersebut mencatat bahwa kapasitas produksi pabrik A10 -nya kini telah melampaui 1.000 unit per hari.

Meski tetap memimpin, kinerja BYD menunjukkan tren berbeda. Total penjualan 314.100 unit pada April menjadi bulan kedelapan berturut-turut dengan penurunan secara tahunan.

Namun, ekspansi global menjadi penopang utama, di mana penjualan mobil penumpang dan pikap di pasar luar negeri mencetak rekor 134.500 unit, melonjak 70,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut menyumbang lebih dari 40 persen dari total volume bulanan. Selain itu, instalasi baterai grup untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi tercatat mencapai 20,977 GWh.

Di sisi lain, Geely membukukan penjualan NEV sebesar 135.591 unit dengan tingkat penetrasi mencapai 58 persen. Merek premium listriknya, Zeekr, menyumbang 31.787 unit, atau tumbuh 132 persen secara tahunan, dengan harga rata-rata kendaraan mendekati 350.000 yuan.

Performa Chery juga mencatat sejarah baru. Penjualan NEV perusahaan tersebut mencapai 100.276 unit, melampaui ambang psikologis 100.000 unit untuk pertama kalinya.

Sementara itu, Li Auto mengirimkan 34.085 unit, naik tipis 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di tengah persiapan peluncuran L9 Livis pada 15 Mei dengan harga pra-penjualan 559.800 yuan.

Pemulihan juga terlihat pada Xpeng yang mencatat penjualan 31.011 unit. Adapun Nio membukukan penjualan 29.356 unit, meningkat 22,8 persen secara tahunan.

Dalam strategi multi-merek Nio, merek utama menyumbang 19.024 unit, diikuti Onvo sebanyak 5.352 unit dan Firefly sebesar 4.980 unit.

Di luar pemain tradisional, Xiaomi melaporkan pengiriman lebih dari 30.000 unit sepanjang April. Ekspansi jaringan layanan juga terus dilakukan dengan total 495 toko yang tersebar di 143 kota. Sementara itu, aliansi HIMA (Harmony Intelligent Mobility Alliance) milik Huawei mencatatkan pengiriman 32.759 unit pada periode yang sama.

Dengan capaian ini, kompetisi di pasar NEV kian ketat, terutama di tengah dorongan ekspansi global, inovasi teknologi, dan peningkatan kapasitas produksi dari para produsen utama.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait