Otomotif 24 May 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Chip AI Serap Produksi Global, Harga Elektronik Berpotensi Naik

Lonjakan kebutuhan AI mendorong produsen chip fokus ke data center, memicu potensi kenaikan harga memori, gadget, server, dan kendaraan listrik.

Permintaan AI memicu krisis chip memori global. Harga DRAM dan NAND diproyeksi melonjak, berdampak pada smartphone, laptop, server, dan EV.

Ilustrasi perebutan chip untuk kebutuhan AI dan industri elektronik hingga otomotif. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi perebutan chip untuk kebutuhan AI dan industri elektronik hingga otomotif. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Lonjakan kebutuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai memicu perebutan pasokan chip memori global dan mendorong kenaikan harga komponen elektronik dunia hingga 2028.

Produsen chip seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology kini mengalihkan kapasitas produksi ke chip memori untuk data center AI karena permintaannya meningkat dan memiliki kontrak jangka panjang.

Kondisi tersebut membuat pasokan chip memori untuk perangkat konsumen seperti smartphone, laptop, televisi, router, hingga otomotif mulai mengetat.

Reuters pada 24 Mei 2026 melaporkan, perusahaan teknologi global mulai berebut pasokan memori AI dan menawarkan dukungan pendanaan kepada produsen chip untuk memperluas kapasitas produksi demi mengamankan pasokan.

Chip memori jenis high-bandwidth memory (HBM) menjadi salah satu komponen yang paling banyak dicari karena digunakan untuk mendukung GPU AI milik NVIDIA dan akselerator AI lainnya.

Selain HBM, tekanan pasokan juga terjadi pada server DRAM, DDR5, NAND Flash, dan enterprise SSD. Sementara itu, firma riset teknologi global, Gartner, memperkirakan pendapatan semikonduktor global naik 64 persen pada 2026 menjadi USD1,32 triliun.

Pendapatan industri memori diproyeksikan meningkat dari USD216,3 miliar pada 2025 menjadi USD633,3 miliar pada 2026 dan kembali naik menjadi USD748,1 miliar pada 2027.

Gartner juga memperkirakan harga tahunan DRAM naik 125 persen dan NAND Flash meningkat 234 persen sepanjang 2026.

Co-CEO Samsung Electronics, Jun Young-hyun, menyebut industri chip tengah memasuki “unprecedented supercycle” seiring meningkatnya investasi AI data center.

Sementara itu, CEO Apple, Tim Cook, mengatakan kenaikan harga memori mulai menekan profitabilitas perusahaan pada kuartal berjalan.

Reuters juga melaporkan penjualan smartphone dan PC global diperkirakan menyusut akibat krisis chip memori. Beberapa produsen seperti Xiaomi dan Realme mulai memperingatkan potensi kenaikan harga perangkat.

Di Indonesia, tekanan tersebut berpotensi muncul melalui kenaikan biaya impor komponen elektronik karena industri domestik masih bergantung pada rantai pasok luar negeri.

Sektor yang diperkirakan terdampak meliputi distributor gadget, produsen laptop dan PC, operator data center, cloud provider, telekomunikasi, otomotif, kendaraan listrik, hingga manufaktur elektronik ekspor.

Kebutuhan chip memori di industri kendaraan listrik juga meningkat seiring penggunaan sistem infotainment, kamera, sensor, advanced driver assistance systems (ADAS), battery management system, dan konektivitas kendaraan.

Di sisi lain, pemerintah mulai mendorong pengembangan industri semikonduktor nasional melalui penguatan desain chip dan industri back-end semiconductor.

Kementerian Perindustrian sebelumnya menyebut ISS 2026 menjadi momentum memperkuat kolaborasi global dan kapasitas industri semikonduktor nasional. Sementara itu, Danantara bersama Arm Holdings meluncurkan program pelatihan untuk menyiapkan hingga 15.000 talenta desain chip Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait