Otomotif 27 Mar 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Denza D9 2026 Rilis, Cas 5 Menit Tempuh hingga 800 Km

Denza D9 2026 hadir dengan baterai baru, jarak tempuh hingga 800 km, dan teknologi fast charging hanya 5 menit.

Denza D9 2026 meluncur dengan jarak tempuh 800 km dan fast charging 5 menit. MPV listrik premium BYD siap masuk pasar global.

Denza D9 terbaru meluncur akhir Maret 2026. Desain tambah modern, baterai makin canggih dengan pengecasan lebih cepat. Foto: CarNewsChina
Denza D9 terbaru meluncur akhir Maret 2026. Desain tambah modern, baterai makin canggih dengan pengecasan lebih cepat. Foto: CarNewsChina

KABARBURSA.COM – BYD lewat sub-brand kelas premiumnya, Denza akan meluncurkan D9 versi terbaru pada 29 Maret 2026. Sebagai Multi Purpose Vehicle (MPV) premium, Denza D9 terbaru akan membawa beragam pembaruan yang meliputi teknologi baterai hingga peningkatan performa pengisian daya.

Mengutip Autohome, Denza D9 terbaru versi 2026 di pasar China akan tetap mengusung dua varian elektrifikasi, yakni Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV). 

Secara desain, ubahan difokuskan pada bagian depan dengan grille baru yang lebih modern, sementara ukuran bodi tetap dipertahankan dari versi lamanya. Untuk varian PHEV, Denza D9 2026 mengandalkan mesin 1.500 cc turbo yang dipadukan dua motor listrik. 

Mesin tersebut diklaim mampu menghadirkan tenaga sebesar 115 kW atau setara 154,2 HP, motor depan berdaya 200 kW, dan motor belakang 45 kW. 

Denza D9 PHEV juga diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 400 kilometer (km) dalam mode listrik murni. Sementara konsumsi BBM rival Toyota Alphard ini mencapai  6,35 liter per 100 km.

Bergeser ke varian BEV, Denza D9 terbaru akan dibekali motor listrik depan berdaya 340 kW, serta opsi penggerak roda All Wheel Drive (AWD) dengan tambahan motor belakang berdaya 70 kW. 

Soal jarak tempuh, D9 terbaru diklaim mampu mencapai 750 km hingga 800 km berdasarkan standar China Light-duty vehicle Test Cycle (CLTC).

Perubahan selanjutnya tersapt di sektor baterai. Seluruh varian Denza D9 2026 bakal memakai baterai Short Blade 2.0 dari BYD dengan kemampuan pengisian cepat. 

Dalam kondisi ideal, pengisian dari kapasitas 10 ke 70 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit. Untuk mencapai 97 persen, akan memakan waktu sembilan menit.

Kemampuan ini tetap terjaga dalam suhu ekstrem. Pada suhu -20 derajat Celsius, pengisian 20 ke 97 persen memakan waktu sekitar 12 menit, dan sedikit lebih lama pada suhu -30 derajat Celsius.

Selain itu, Denza D9 terbaru juga akan dibekali sistem bantuan mengemudi terbaru “God’s Eye” 5.0 yang menjadi bagian dari pengembangan teknologi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) BYD.

Denza D9 merupakan model global dari raksasa otomotif China tersebut. Sehingga D9 terbaru berpeluang besar dipasarkan di Indonesia setelah peluncurannya di Tiongkok.

Soal penjualan, CarNewsChina mencatat bahwa Denza D9 telah terdistibusi ke pasar global sebanyak 300 ribu unit pada akhir 2025. 

Angka ini menjadikannya salah satu MPV premium dengan pertumbuhan pasar tercepat, sekaligus menguasai sekitar 60 persen pasar MPV NEV (New Energy Vehicle) premium di China.

Denza juga dikabarkan akan memperluas penetrasi ke pasar Eropa guna memperkuat bisnis BYD di segmen kendaraan listrik premium global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait