Otomotif 07 Jan 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Ekosistem Motor Listrik Masih Rapuh, ini Biang Keroknya!

Industri motor listrik RI masih dibayang-bayangi lemahnya ekosistem pendukung, terutama dari sisi baterai, karoseri, hingga standar pengujian teknis.

Industri motor listrik Indonesia terkendala ekosistem pendukung, terutama baterai dan verifikasi teknis. Aismoli targetkan pembenahan sistem pada 2026.

Ilustrasi industri motor listrik di Indonesia. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi industri motor listrik di Indonesia. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Pertumbuhan motor listrik di Indonesia mulai mendorong pergerakan industri pendukung, terutama di sisi rantai pasok. Perkembangan ini tidak hanya berkaitan dengan produk akhir, tetapi juga menarik keterlibatan sektor baterai, membuka peluang di industri karoseri, serta mendorong penguatan riset dan pengembangan (R&D) di dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mengatakan, baterai menjadi komponen utama dalam ekosistem motor listrik dan memiliki peran sentral dalam menentukan kinerja kendaraan. Karena itu, penguatan industri baterai menjadi bagian penting dari pendalaman rantai pasok motor listrik.

“Karena motor listrik ini kan untuk menentukan kinerjanya, sebagian besar dari komponen utamanya dari baterainya,” ujar Budi saat diwawancarai KabarBursa.com, Senin, 5 Januari 2025.

Seiring meningkatnya penggunaan motor listrik, kebutuhan terhadap sistem penilaian dan pengujian baterai juga ikut berkembang. Hal ini membuka ruang bagi industri pendukung, termasuk lembaga pengujian dan verifikasi, untuk terlibat dalam rantai nilai kendaraan listrik roda dua.

Aismoli, kata Budi, tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah lembaga verifikasi untuk melakukan pengujian kondisi baterai. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk pasar sekunder, tetapi juga berpotensi mendorong penguatan kapabilitas teknis industri baterai di dalam negeri.

“Mungkin kita kerjasama dengan lembaga verifikasi, mungkin Sucofindo dan sebagainya dan juga lembaga untuk melakukan pengetesan terhadap kondisi dari baterai,” katanya.

Selain baterai, pertumbuhan motor listrik juga membuka peluang bagi sektor karoseri dan bengkel. Aismoli berencana melibatkan bengkel atau workshop yang tersebar di berbagai daerah sebagai bagian dari sistem verifikasi dan penilaian kondisi motor listrik.

“Dan kemudian kita akan bekerjasama dengan beberapa bengkel atau workshop yang sudah tersebar di beberapa daerah, sehingga mereka akan bisa menjadi kepanjangan tangan untuk melakukan verifikasi tadi,” ujar Budi.

Keterlibatan bengkel dan workshop tersebut dinilai dapat memperkuat ekosistem pendukung motor listrik, sekaligus mendorong transfer pengetahuan teknis dan pengembangan kemampuan sumber daya manusia di tingkat lokal.

Budi menambahkan, hingga saat ini motor listrik belum dilengkapi fitur standar untuk memantau kondisi baterai secara langsung. Kondisi tersebut membuka ruang bagi pengembangan teknologi dan R&D lokal untuk mendukung kebutuhan pemantauan dan pengujian baterai ke depan.

Aismoli menargetkan perumusan sistem penilaian dan pengujian baterai dapat dilakukan pada paruh pertama 2026 dan diakui oleh lembaga terverifikasi. Standar tersebut diharapkan tidak hanya mendukung transaksi motor listrik bekas, tetapi juga memperkuat struktur rantai pasok dan industri pendukung motor listrik di Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait