Otomotif 12 Apr 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

EV Belum Bisa Andalkan Baterai Solid-State dalam Waktu Dekat

Pakar Tsinghua menilai baterai solid-state masih menghadapi kendala ilmiah besar sehingga belum siap untuk adopsi massal kendaraan listrik.

Baterai solid-state dinilai belum siap dipakai massal karena masih menghadapi masalah stabilitas, keamanan, dan tantangan teknis utama.

Ilustrasi baterai mobil listrik. Foto: dok KabarBursa.com.
Ilustrasi baterai mobil listrik. Foto: dok KabarBursa.com.

KABARBURSA.COM – Pengembangan baterai solid-state disebut belum siap untuk diadopsi secara luas meski industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) punya ekspektasi tinggi.

Hal itu disampaikan Profesor Ouyang Minggao dari Universitas Tsinghua dalam Forum Pengembangan Kendaraan Listrik Cerdas yang berlangsung pada 11–12 April 2026 di Beijing.

Melansir CarNewsChina, Outyang mengingatkan bahwa baterai solid-state masih menghadapi sejumlah tantangan ilmiah yang belum terselesaikan. Menurutnya, salah satu kendala utama terletak pada reaksi samping di antarmuka material yang dapat memengaruhi stabilitas kimia, mekanik, termal, hingga ketahanan terhadap udara.

Kondisi ini, kata dia, membuat pengembangan teknologi tersebut belum sepenuhnya matang untuk implementasi komersial dalam waktu dekat.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme industri terhadap baterai solid-state yang dinilai perlu disikapi dengan kehati-hatian. Ouyang mengingatkan perusahaan agar tidak terburu-buru meluncurkan produk berbasis teknologi ini.

Dalam paparannya, ia memperkirakan baterai solid-state dengan kepadatan energi sekitar 300 Wh/kg kemungkinan baru akan muncul pada akhir dekade 2030.

Dengan demikian, adopsi teknologi ini masih membutuhkan waktu seiring penyelesaian berbagai tantangan teknis yang ada.

Selain itu, Ouyang juga mengingatkan agar baterai solid-state tidak diposisikan sebagai sekadar alat pemasaran. Ia menilai pendekatan tersebut berisiko menciptakan kesenjangan antara ekspektasi industri dan kesiapan teknologi di lapangan.

Di sisi lain, China disebut telah mencatat kemajuan dalam pengembangan teknologi ini, termasuk kontribusi terhadap 44 persen aplikasi paten baru yang diterbitkan tahun lalu.

Kapasitas produksi elektrolit sulfida dalam negeri juga telah melampaui 20.000 ton, dengan harga yang turun signifikan dari 20 juta yuan per ton menjadi di bawah 1 juta yuan per ton.

Meski demikian, perkembangan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan hambatan utama dalam pengembangan baterai solid-state, terutama pada aspek stabilitas dan keamanan material.

Dalam konteks yang lebih luas, Ouyang menekankan bahwa arah pengembangan industri kendaraan listrik tetap bergantung pada kesiapan teknologi yang dapat diimplementasikan secara aman dan efisien, bukan semata pada ekspektasi pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait