Otomotif 26 Mar 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Ford Kena Recall Besar, Ratusan Ribu Mobil Terdampak

Ford tarik 262 ribu mobil di AS akibat gangguan sistem keselamatan, jumlah recall 2026 melonjak dan jadi sorotan kualitas.

Ford recall 262 ribu mobil di AS akibat gangguan sistem keselamatan. Total recall 2026 melonjak dan memicu kekhawatiran kualitas.

Ford tiga kali lakukan recall untuk 260 ribu produknya. Nama besar brand terancam. Foto: Ford
Ford tiga kali lakukan recall untuk 260 ribu produknya. Nama besar brand terancam. Foto: Ford

KABARBURSA.COM – Ford mengalami masalah cukup serius yang bisa menurunkan kepercayaan konsumen akibat rencana penarikan kembali atau recall sebanyak 262.300 unit kendaraan di Amerika Serikat (AS).

Carscoops melaporkan, total kasus recall Ford sepanjang 2026 sudah mencapai 24 kasus. Angka ini tiga kali lebih tinggi dibanding pabrikan lain di AS seperti General Motors (GM), Stellantis, Kia, Nissan, Volkswagen, dan Volvo.

Recall terbesar Ford mencakup 254.640 unit kendaraan, termasuk Lincoln Navigator yang diproduksi tahun 2022–2025, Lincoln Nautilus 2024–2025, Lincoln Aviator, serta Ford Explorer 2025.

Masalah dalam recall tersebut yakni, potensi gangguan pada modul pemrosesan gambar dalam sistem kendaraan yang tiba-tiba mengalami reset.

Dampaknya, fitur keselamatan seperti kamera belakang, bantuan pencegahan tabrakan, lane keeping assist, hingga blind spot monitoring pada ratusan ribu mobil Ford tersebut  tidak bisa berfungsi.

Ford sebelumnya telah mengidentifikasi masalah ini sejak 2025 dan melakukan investigasi. Namun, saat itu perusahaan otomotif asal AS ini menyimpulkan bahwa, masalah tersebut tidak menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan kendaraan. 

Ford beranggapan, masalah ini disebabkan kondisi modul yang membutuhkan beberapa kali pengaturan ulang dalam satu siklus berkendara. Meski demikian, setelah berkoordinasi dengan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), Ford akhirnya memutuskan melakukan recall.

Menurut NHTSA, gangguan terjadi akibat beban komputasi berlebih saat sistem melacak banyak objek di jalan dengan lalu lintas padat. Kondisi ini memicu reset berulang hingga menyebabkan hilangnya fungsi secara terus-menerus.

Sebagai solusi, Ford akan melakukan pembaruan perangkat lunak pada modul tersebut, baik melalui dealer maupun over-the-air (OTA).

Kemudian, recall kedua menyasar 7.105 unit truk Seri F yang sebelumnya telah diperbaiki, namun menggunakan perangkat lunak yang tidak tepat. Adapun beberapa model terdampak recall Ford yaitu F-250, F-350, F-450, F-550 (2020–2022), F-600 (2021–2022), serta F-750 (2022).

Kasus ini merupakan lanjutan dari recall sebelumnya yang mencakup 295.449 kendaraan terkait endapan biodiesel pada pompa bahan bakar bertekanan tinggi. 

Seharusnya, pembaruan perangkat lunak dilakukan untuk meningkatkan pendinginan dan mencegah endapan, namun implementasinya tidak tepat pada sebagian unit. Akibatnya para pemilik Ford yang mobilnya mengalami gangguan, diminta kembali ke dealer untuk melakukan pembaruan ulang perangkat lunak.

Sementara itu, recall ketiga berdampak pada 561 unit Ford Explorer dan Lincoln Aviator model tahun 2020–2026. Masalahnya terletak pada baut di sabuk pengaman baris kedua yang berpotensi tidak terpasang dengan benar.

Ford mencatat setidaknya tiga laporan terkait masalah ini. Dealer akan melakukan pemeriksaan, pengencangan, atau penggantian komponen pada sabuk pengaman.

Sebagai dampak masalah ini, deretan recall tersebut telah menyoroti kualitas mobil Ford di tengah meningkatnya tuntutan keselamatan, serta fungsi teknologi pada kendaraan modern.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait