Otomotif 03 May 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Gaikindo: Keterbatasan Infrastruktur Hambat Adopsi Mobil Listrik

Gaikindo menilai ekosistem mobil listrik, dari infrastruktur hingga nilai jual kembali, masih belum siap mendorong adopsi luas di Indonesia.

Gaikindo menyoroti ekosistem EV di Indonesia belum siap. Infrastruktur, SPKLU, dan nilai jual kembali jadi hambatan adopsi mobil listrik.

Ilustrasi fasilitas isi daya kendaraan listrik di Indonesia. Foto: dok Arista Group
Ilustrasi fasilitas isi daya kendaraan listrik di Indonesia. Foto: dok Arista Group

KABARBURSA.COM – Peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik (electric vehicle/EV) mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kesiapan ekosistem yang belum merata masih menjadi tantangan dalam mendorong adopsi secara lebih luas di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menilai sejumlah faktor struktural masih membuat konsumen ragu untuk beralih.

“Sekarang ini belum ada gambaran jelas, mobil listrik yang dibeli hari ini nilainya berapa tiga sampai lima tahun ke depan,” kata Kukuh kepada KabarBursa.com, belum lama ini.

Ia juga menyoroti persoalan infrastruktur yang belum sepenuhnya siap mendukung penggunaan kendaraan listrik secara luas. “Infrastruktur harus diakui belum merata. Ini yang menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan kendaraan listrik,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, data menunjukkan infrastruktur pengisian daya memang terus berkembang, tetapi belum merata. PT PLN (Persero) mencatat terdapat 4.655 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.007 lokasi sepanjang 2025, meningkat sekitar 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski jumlahnya bertambah, persebaran SPKLU masih terkonsentrasi di wilayah Jawa dan kota besar, sehingga belum sepenuhnya mendukung penggunaan kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh.

Selain infrastruktur, pasar sekunder kendaraan listrik juga belum terbentuk secara kuat. Data menunjukkan harga mobil listrik bekas masih berada jauh di bawah kendaraan hybrid, sementara sebagian besar konsumen masih mempertimbangkan ketidakpastian nilai jual kembali.

Di sisi lain, kesiapan ekosistem pembiayaan dan asuransi juga masih menjadi tantangan. Pengembangan kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan produk, tetapi juga dukungan sistem yang mencakup pembiayaan, layanan, hingga penilaian aset kendaraan.

Sementara itu, kapasitas produksi kendaraan listrik di dalam negeri mulai menunjukkan peningkatan. Sejumlah produsen global telah menyiapkan investasi untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia guna memperkuat sisi pasokan.

Namun, tanpa kesiapan ekosistem yang menyeluruh, peningkatan kapasitas produksi tersebut belum tentu diikuti oleh percepatan adopsi di tingkat konsumen.

Dengan demikian, meskipun minat terhadap kendaraan listrik terus meningkat, kesiapan ekosistem tetap menjadi faktor penting dalam mendorong penggunaan EV secara lebih luas di pasar domestik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait