Otomotif 04 Feb 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Harga Honda Prelude Digoreng Nyaris Rp400 juta di Dealer

Penjualan Honda Prelude di AS tersendat karena lonjakan harga di tingkat dealer, namun di Indonesia, 100 unit langsung ludes dalam 3 hari.

Harga Honda Prelude di AS melonjak Rp386 juta dari MSRP, membuat penjualannya lesu. Di Indonesia, 100 unit Prelude langsung habis dipesan.

Honda Prelude di Indonesia ludes terpesan, di Amerika Utara harganya digoreng ratusan juta rupiah. Ini penyebabnya. Foto: dok. Honda
Honda Prelude di Indonesia ludes terpesan, di Amerika Utara harganya digoreng ratusan juta rupiah. Ini penyebabnya. Foto: dok. Honda

KABARBURSA.COM – Honda Group yang menaungi merek Honda dan Acura mencatat kinerja penjualan positif untuk pasar Amerika Utara. Kinerja penjualan Honda di wilayah tersebut tetap solid meskipun pada Januar 2026 terjadi cuaca ekstrem pada musim dingin. 

Carscops melaporkan, Honda tercatat mendistribusikan 98.594 unit kendaraan, naik 1,9 persen secara tahunan dalam permintaan untuk truk ringan, mobil penumpang, dan kendaraan hibrida.

Kinerja ini menunjukkan daya tahan Honda di pasar utama globalnya, terutama di segmen kendaraan elektrifikasi yang terus berkembang.

Namun, di tengah capaian tersebut, peluncuran kembali Honda Prelude justru menghadapi tantangan serius di level ritel.

Honda sebelumnya mengonfirmasi bahwa pasar Amerika Serikat akan menerima sekitar 4.000 unit Prelude per tahun. Secara volume, angka ini berpotensi melampaui distribusi Subaru BRZ sebagai salah satu rival Prelude. 

Meski demikian, realisasi penjualan belum mencerminkan potensi tersebut. Sebab salah satu faktor yang dinilai menghambat permintaan Honda Prelude adalah harga jual di tingkat dealer.

Sejumlah diler Honda di kawasan tersebut dilaporkan menaikkan harga Honda Prelude jauh di atas harga resmi pabrikan atau manufacturer’s suggested retail price (MSRP). 

Dalam beberapa kasus, harga Prelude ditawarkan lebih dari USD65.000 (Rp1,09 miliar). Bahkan ketika ada dealer yang mencoba memangkas margin dan memberikan potongan harga, banderol Prelude tetap sekitar USD10.000 (Rp167 jutaan) lebih mahal dari MSRP. 

Sementara banderol resminya di Amerika Utara ditetapkan USD42.000 atau setara Rp704 jutaan. Artinya harga Prelude di Amerika Utara tergoreng sekitar Rp386 jutaan dari banderol resminya.

Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan ekspektasi layanan dan strategi harga yang diharapkan Honda dari jaringan dealernya.

Lonjakan harga di tingkat ritel ini, membuat Honda Prelude sulit bersaing di segmen Sport Coupe yang sensitif terhadap harga, sekaligus menimbulkan risiko citra buruk bagi Honda bagi konsumen yang semakin rasional dan kompetitif.

Sementara di Indonesia, Honda Prelude yang dijual terbatas sebanyak 100 unit untuk tahun 2026 telah habis diboyong konsumen.

Prelude laris terpesan setelah keran pemesanan dibuka selama tiga hari. PT Honda Prospect Motor (HPM) bakal mengirimkan unitnya ke tangan konsumen pada Mei 2026.

Yusak Billy, Sales & Marketing and Aftersales Aftersales Director PT HPM menyatakan, antuasisme konsumen Indonesia dinilai sebagai respon positif Prelude di segmen Sport Hybrid.

"Honda Prelude diterima dengan baik oleh konsumen yang memahami kualitas produk dan nilai pengalaman berkendara. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan elektrifikasi yang tetap mempertahankan karakter Honda,” ujarnya lewat keterangan resmi, belum lama ini.

Meski alokasi unit untuk tahun ini habis, Prelude tetap dapat dipesan konsumen domestik. Namun estimasi pengirimannya baru akan dilakukan pada 2027.

Sekadar informasi, harga Honda Prelude ditawarkan di bawah Rp1 miliar saat pemesanan dibuka. Mobil baru Honda ini dibekali mesin 2.000.cc yang dipadukan teknologi hibrida e:HEV bertransmisi otomatis e-CVT plus fitur Honda S+ Shift.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait