Otomotif 09 Jan 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Ini Alasan BYD Resmi Suntik Mati Mobil Listrik Sealion 6

BYD resmi menghentikan produksi Sealion 6 di China meski penjualannya tinggi. Model ini tetap diproduksi untuk pasar ekspor dan diganti dengan Sealion 06.

BYD hentikan produksi Sealion 6 di China meski laris. Model baru Sealion 06 disiapkan sebagai pengganti dengan teknologi dan desain lebih mutakhir.

Laku keras, mobil listrik BYD ini justru stop produksi. Berikut capaian penjualannya. Foto: BYD
Laku keras, mobil listrik BYD ini justru stop produksi. Berikut capaian penjualannya. Foto: BYD

KABARBURSA.COM - BYD melakukan penyesuaian pada lini produk kendaraannya. Hasilnya Sealion 6 resmi berhenti produksi.

CarNewsChina melaporkan, BYD Sealion 6 dinyatakan stop produksi setelah lebih dari lima tahun berkiprah di pasar otomotif China.

Diposisikan sebagai Medium Sport Utility Vehicle (SUV), BYD Sealion 6 yang berhenti dipasarkan di Tiongkok ini, tak lagi tercantum dalam daftar produk resmi Ocean Network BYD.

Sebagai pengganti, raksasa otomotif China yang bermarkas di Shenzhen tersebut bakal menyiapkan pengganti Sealion 6. Berakhirnya kiprah model yang di China disebut Song Plus ini, cukup mengejutkan.

Sebab Sealion 6 menjadi tulang punggung penjualan BYD di pasar China, dalam beberapa tahun terakhir. Sejak mengaspal pada September 2020, Sealion 6 mencatat kinerja penjualan yang diklaim solid. Sepanjang 2025, penjualannya di Tiongkok mencapai 400.920 unit.

Sementara di pasar global, performa Sealion 6 juga tergolong positif. Hingga Oktober 2025, penjualan kumulatif model ini telah melampaui 1,5 juta unit.

Kontribusi Sealion 6 terhadap lini Song dari BYD, secara keseluruhan membukukan penjualan 788.003 unit sepanjang 2025 atau sekitar 17 persen dari total penjualan tahunan merek tersebut.

Penghentian penjualan Sealion 6 di pasar domestik China terjadi di tengah perubahan peta pertumbuhan BYD. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat total penjualan global sekitar 4,55 juta unit kendaraan.

Untuk pertama kalinya, penjualan luar negeri BYD menembus angka 1 juta unit dalam setahun. Sedangkan pada Desember 2025 saja, distribusi kendaraan ke pasar internasional mampu mencapai sekitar 133.000 unit, melonjak 145 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tren tersebut menegaskan meningkatnya kinerja BYD pada pasar ekspor. Namun di sisi lain, pertumbuhan penjualan BYD di pasar China mulai melandai. 

Meski tak lagi dijual di Tiongkok, Sealion 6 tetap diproduksi untuk memenuhi permintaan global. Thailand disebut sebagai salah satu basis produksi utama. Pabrik BYD di negara tersebut telah memproduksi lebih dari 70.000 unit Sealion 6 secara lokal.

Sementara di pasar Eropa dan Asia, Sealion 6 menunjukkan performa kompetitif. Di Jerman misalnya, penjualan kumulatifnya hingga November 2025 telah melampaui 11.818 unit. 

Kemudian wilayah Inggris Raya, penjualan bulanan Sealion 6 tercatat menembus 5.000 unit. Di luar Tiongkok, terdapat varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dari Sealion 6 yang dipasarkan dengan nama Sealion 6 atau Seal U DM-i.

Perbedaan nama model ini dinilai untuk menyesuaikan strategi branding BYD terhadap kebutuhan pasar di masing-masing wilayah.

Langkah suntik mati BYD Sealion 6 di China merupakan bagian dari restrukturisasi lini SUV seri Ocean BYD. Ke depannya, BYD menyiapkan Sealion 06 sebagai penerusnya dengan mengusung teknologi hingga desain yang lebih mutakhir.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait