Otomotif 13 Jan 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Ini Penyebab Tarif 45 Persen Gagal Bendung Serbuan EV China

Kendaraan listrik China terus mendominasi Eropa meski tarif impor tinggi diberlakukan. Pangsa pasar naik dari 2,5 persen ke 7 persen hanya dalam setahun.

Tarif 45 persen gagal menahan laju EV China di Eropa. Pangsa pasar naik ke 7% pada 2025, mendorong Uni Eropa evaluasi kebijakan dagang otomotifnya.

Ilustrasi mobil-mobil China yang diekspor ke Eropa. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi mobil-mobil China yang diekspor ke Eropa. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Pangsa pasar kendaraan listrik (EV) buatan China di Eropa terus meningkat meski Uni Eropa telah memberlakukan tarif impor tinggi hingga 45 persen.

Data penjualan menunjukkan, kontribusi mobil buatan China di pasar Eropa naik dari sekitar 2,5 persen pada 2024 menjadi sekitar 7 persen pada akhir 2025, dengan hampir satu dari setiap 10 mobil yang terjual di Inggris menggunakan merek China.

Kenaikan pangsa pasar tersebut terjadi di tengah kebijakan tarif Uni Eropa yang diperkenalkan sekitar 18 bulan lalu untuk melindungi produsen otomotif dalam negeri dari masuknya EV murah asal China.

Tarif tersebut bervariasi antar merek, bergantung pada besaran bantuan keuangan yang dinilai diterima masing-masing perusahaan dari pemerintah China.

CarNewsChina melaporkan, penetrasi merek-merek China tetap berlanjut. Selain kendaraan listrik murni, model hibrida buatan China yang tidak dikenakan tarif, mencatat penjualan yang kuat di sejumlah negara Eropa dan turut mendorong peningkatan pangsa pasar.

Di sisi lain, kebijakan tarif tersebut juga berdampak pada produsen Barat yang memproduksi kendaraan di China untuk pasar Eropa. Mobil seperti BMW iX3 yang diproduksi di China dan diekspor ke Eropa ikut terkena bea masuk. Volvo bahkan memindahkan produksi SUV listrik EX30 untuk pasar Eropa dari China ke Belgia guna menghindari tarif.

Perkembangan ini terjadi saat Uni Eropa tengah mempertimbangkan penyesuaian kebijakan. Alih-alih mempertahankan tarif tinggi, para pejabat Uni Eropa sedang mengkaji skema penetapan harga minimum untuk impor kendaraan dari Asia.

Skema ini akan meminta produsen China mengajukan proposal harga yang dinilai cukup untuk mengimbangi dampak subsidi dan memberikan efek setara dengan bea masuk.

Sementara pembahasan kebijakan masih berlangsung, data penjualan menunjukkan bahwa kehadiran kendaraan buatan China di pasar Eropa terus bertambah.

Pangsa pasar yang meningkat tersebut menandakan bahwa, hingga saat ini, hambatan dagang belum menghentikan laju penjualan merek-merek China di kawasan tersebut.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait