Otomotif 04 Jan 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

MG dan BYD Dongkrak Penjualan Mobil China

Mobil China kian diminati di Inggris dengan market share 10%, menggeser dominasi Jepang di pasar otomotif Eropa secara perlahan tapi pasti.

Mobil China kuasai 10% pasar Inggris. MG, BYD, dan Chery dorong penjualan, sementara merek Jepang alami penurunan.

Ilusrasi ekspansi mobil China ke pasar Inggris. Foto: dok KabarBursa.com
Ilusrasi ekspansi mobil China ke pasar Inggris. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Mobil China yang pernah dipandang sebelah mata di pasar Eropa kini berbalik dan menunjukkan taringnya. Peningkatan pangsa pasar mobil asal Negeri Tirai Bambu ini terus meningkat seiring dengan minat masyarakat terhadap produk China. 

Menurut laporan Carscoops, mobil China kini memegang 10 persen market share penjualan kendaraan roda empat di Inggris. Hal ini menunjukkan satu dari 10 mobil yang beredar di Inggris adalah mobil China. 

Peningkatan penjualan mobil China mengubah peta persaingan industri otomotif. Merek-merek mobil Tiongkok yang sebelumnya dianggap kurang sentral  kini mulai menjadi alternatif menarik bagi konsumen Inggris, baik di segmen kendaraan listrik, hybrid, maupun bermesin konvensional.

Laporan terbaru The Guardian yang mengutip analis kendaraan listrik Eropa Matthias Schmidt memproyeksikan, total penjualan mobil Tiongkok di Inggris akan melampaui 200.000 unit setelah angka final penjualan tahun 2025 dirilis.

Lonjakan tersebut ditopang oleh sejumlah merek tenar seperti MG, BYD, dan Chery sebagai kontributor terbesar. Pada saat yang sama, merek mobil China perlahan mulai menggeser posisi merek Jepang yang tercatat mengalami penurunan pangsa pasar di Inggris.

MG (Morris Garage) yang semula merek mobil Inggris sebelum diakuisi SAIC Motor Corporation, masih menjadi pemimpin pasar di antara merek Negeri Tirai Bambu.

Sepanjang 2025, merek ini mencatat penjualan lebih dari 70.000 unit. Sedangkan BYD juga menunjukkan tren positif dengan penjualan kurang dari 9.000 unit pada 2024 menjadi lebih dari 40.000 unit pada 2025. 

Merek mobil China lainnya turut menekan pasar, Jaecoo misalnya yang membukukan penjualan di atas 20.000 unit. Sementara Omoda mendekati angka penjualan Jaecoo. 

Sementara Chery, Polestar, dan Leapmotor juga terus menambah basis konsumen meskipun dalam volume yang lebih terbatas. Sebaliknya, produsen Jepang justru menghadapi tekanan.

Setahun terakhir, pangsa pasar mobil Jepang di Inggris menyusut hampir satu poin persentase. Secara angka, penurunan penjualan mobil Jepang di Inggris memang tidak drastis. Namun, kondisi di atas terjadi secara konsisten. Sebab tren ini juga terlihat di sejumlah negara Eropa lainnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait