Otomotif 12 Mar 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Minyak Dunia Mendekati USD100, Tren EV Berpotensi Naik

Lonjakan harga minyak global hingga mendekati USD100 per barel dinilai mendorong konsumen mempertimbangkan mobil hybrid dan kendaraan listrik.

Harga minyak dunia mendekati USD100 per barel. Kondisi ini berpotensi mendorong minat konsumen terhadap mobil hybrid dan kendaraan listrik.

Ilustrasi penggunaan kendaraan irit bahan bakar. Foto: dok kabarbursa.com
Ilustrasi penggunaan kendaraan irit bahan bakar. Foto: dok kabarbursa.com

Daftar Isi

  1. 01 Mempertimbangkan Kendaraan Hemat Energi
  2. 02 Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Terus Tumbuh

KABARBURSA.COM — Lonjakan harga minyak global hingga mendekati USD100 per barel berpotensi mempercepat perubahan preferensi konsumen otomotif di Indonesia.

Kenaikan biaya energi membuat kendaraan yang lebih hemat bahan bakar, seperti mobil hybrid dan kendaraan listrik, semakin dipertimbangkan oleh pembeli.

Pergerakan harga minyak dunia dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan volatilitas tinggi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Harga minyak Brent pada pekan ini berada di kisaran USD97,93 hingga USD100,52 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) bergerak di kisaran USD92,50 hingga USD95,12 per barel.

Kenaikan harga energi tersebut dinilai akan menyentuh berbagai komponen biaya dalam industri otomotif, mulai dari logistik hingga proses produksi.

Pengamat otomotif, Bebin Djuana mengatakan, perubahan harga minyak pada akhirnya akan memengaruhi rantai biaya industri kendaraan.

“Kalau industri otomotif ya, sejak komponen dikirim dari negara asal, biaya logistik, kemudian biaya produksi, itu pasti juga sedikit banyak juga akan tersentuh oleh perubahan harga minyak,” kata Bebin kepada KabarBursa.com, beberapa waktu lalu.

Namun, menurut dia, besarnya dampak kenaikan harga minyak terhadap biaya produksi kendaraan tidak bisa disamaratakan karena setiap produsen memiliki struktur biaya dan efisiensi pabrik yang berbeda.

“Tapi kalau ditanya seberapa besar impactnya? belum tau karena setiap merek, setiap produsen kan punya hitung-hitungan sendiri. Dampak dari sumber energi, dan itu berkaitan dengan efisiensi masing-masing pabrik,” ujarnya.

Mempertimbangkan Kendaraan Hemat Energi

Di sisi lain, Bebin menilai kondisi saat ini berbeda dibandingkan masa lalu ketika kenaikan harga minyak langsung diterima konsumen tanpa banyak pilihan alternatif kendaraan.

Menurut dia, konsumen kini memiliki opsi kendaraan yang lebih hemat energi, terutama hybrid dan kendaraan listrik. “Sekarang masyarakat punya alternatif. Apakah memilih hybrid? kalau memilih hybrid tentunya secara cerdas akan berpikir hybrid mana yang betul-betul menghemat bahan bakar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa semakin banyak konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan listrik karena biaya operasionalnya lebih rendah. “Karena masyarakat juga sudah paham kendaraan listrik itu biaya per kilometernya bisa ditekan hingga 70 persen,” ujarnya.

Secara perhitungan umum, biaya operasional mobil berbahan bakar bensin diperkirakan sekitar Rp1.000 hingga Rp1.100 per kilometer dengan asumsi konsumsi 1 liter untuk 12 kilometer dan harga bensin sekitar Rp13.000 per liter.

Sementara kendaraan listrik diperkirakan hanya membutuhkan biaya sekitar Rp250 hingga Rp300 per kilometer, berdasarkan konsumsi listrik sekitar 15 kWh per 100 kilometer dan tarif listrik rumah tangga sekitar Rp1.700 per kWh.

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Terus Tumbuh

Data industri otomotif juga menunjukkan tren peningkatan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Sepanjang 2025, penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 175.144 unit, terdiri dari 103.931 unit kendaraan listrik murni (BEV), 65.943 unit hybrid (HEV), dan 5.270 unit plug-in hybrid (PHEV).

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang mencatat penjualan kendaraan elektrifikasi sebanyak 103.228 unit. Peningkatan terbesar terjadi pada kendaraan listrik murni dan plug-in hybrid.

Dengan angka tersebut, pangsa pasar kendaraan elektrifikasi mencapai sekitar 21,8 persen dari total penjualan mobil nasional pada 2025. Angka ini meningkat pesat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya ketika adopsi kendaraan listrik masih berada di bawah satu persen.

Bebin menilai perubahan kondisi energi global membuat konsumen kini memiliki pertimbangan baru dalam memilih kendaraan. Jika harga minyak terus meningkat, kendaraan yang lebih efisien dalam penggunaan energi berpotensi semakin diminati di pasar otomotif domestik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait