Otomotif 17 Feb 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Pabrikan China dan Vinfast Berebut Pabrik Nissan dan Mercy, ini Tujuannya

BYD, Geely, Chery, dan GWM bersaing mengakuisisi pabrik COMPAS Meksiko untuk memperkuat basis produksi global.

Produsen mobil China berebut akuisisi pabrik COMPAS Meksiko milik Nissan–Mercedes untuk ekspansi manufaktur global.

Produsen mobil China hingga Vietnam yakni BYD, Chery, Geely, GWM hingga VinFast bersaing dapatkan pabrik Nissan-Mercedes Benz di Meksiko demi ekspansi pasar Amerika Latin. Foto: Mexico Business News
Produsen mobil China hingga Vietnam yakni BYD, Chery, Geely, GWM hingga VinFast bersaing dapatkan pabrik Nissan-Mercedes Benz di Meksiko demi ekspansi pasar Amerika Latin. Foto: Mexico Business News

KABARBURSA.COM - Sejumlah produsen otomotif China yakni BYD, Chery, Great Wall Motor (GWM), dan Geely bersaing ketat dalam ekspansi manufaktur di pasar global.

BYD, Geely, Chery serta GWM dilaporkan menjadi empat penawar utama dalam proses akuisisi Cooperation Manufacturing Plant Aguascalientes (COMPAS) di Meksiko tengah. 

COMPAS sendiri merupakan fasilitas usaha patungan Nissan dan Mercedes-Benz yang dijadwalkan berhenti beroperasi pada Mei 2026.

Akuisisi pabrik COMPAS cukup menarik. Sebab fasilitasnya memiliki kapasitas produksi sekitar 230.000 unit per tahun dan mulai beroperasi pada 2017. Penutupan pabrik ini terjadi di tengah perubahan dinamika pasar global serta tekanan kebijakan tarif di Amerika Utara.

Menurut laporan media Tiongkok Sina, total terdapat sembilan perusahaan yang menyatakan minat untuk mengakuisisi pabrik COMPAS  tersebut. Selain empat produsen asal Tiongkok, VinFast dari Vietnam juga dilaporkan telah masuk ke tahap akhir pembicaraan. 

Selain nama tersebut, nama SAIC Motor yang juga merupakan raksasa otomotif China, sempat disebut dalam diskusi awal meskipun belum ada konfirmasi resmi terkait keterlibatannya.

Minat tinggi terhadap COMPAS menandai pergeseran strategi Original Equipment Manufacturer(OEM) China dari ekspansi ekspor menuju pembangunan basis manufaktur lokal di Amerika Utara. 

Akuisisi pabrik eksisting dinilai lebih efisien dibanding membangun fasilitas baru yang kerap terkendala ketidakpastian regulasi dan situasi geopolitik.

Pendekatan ini dinilai dapat mempercepat akses ke pasar domestik Meksiko dan ekspor kendaraan dari China, tanpa harus melalui proses perizinan panjang. 

Sebelumnya, rencana BYD membangun pabrik baru di Meksiko dilaporkan menghadapi hambatan administratif dan persetujuan lintas lembaga.

Langkah agresif OEM Tiongkok ini sejalan dengan pertumbuhan pesat kendaraan buatan Tiongkok di Amerika Latin. Menurut data pasar yang dilaporkan CarNewsChina menunjukkan, pangsa merek Tiongkok terhadap penjualan mobil di Meksiko melonjak dari level marginal pada 2020 menjadi sekitar 10 persen pada 2025. 

Kenaikan tersebut akhirnya mendorong kebutuhan kapasitas produksi lokal produsen mobil Chi a untuk menjaga daya saing harga dan rantai pasok di pasar Amerika Latin.

Sejauh ini, proses seleksi penawar COMPAS masih berlangsung dengan keputusan akhir diperkirakan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.

Artinya jika akuisisi tersebut berjalan lancar bagi produsen China maupun Vietnam, dapat berdampak bagi perkembangan produsen mobil kawasan Asia terhadap merek-merek yang lebih senior seperti Nissan hingga Mercedes-Benz.

Terlebih sejumlah produsen tersebut juga gencar memasarkan mobil berteknologi elektrifikasi. Sehingga dapat mendukung adopsi mobil listrik hingga hybrid di Meksiko dan kawasan sekitarnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait