Otomotif 02 Feb 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Pasar Domestik Lesu pada Awal Januari 2026, BYD Fokus Ekspor NEV

Penjualan BYD pada Januari 2026 turun secara bulanan, tapi ekspor mobil elektrifikasi capai 100.482 unit. Pasar global kini jadi andalan BYD.

Penjualan BYD turun di awal 2026 akibat faktor musiman, tapi ekspor mendominasi hingga hampir setengah total penjualan, menandai pergeseran strategi.

Penjualan BYD Januari 2026 lesu. Pasar mobil listrik jenuh? Ini penyebabnya. Foto: Arena EV
Penjualan BYD Januari 2026 lesu. Pasar mobil listrik jenuh? Ini penyebabnya. Foto: Arena EV

KABARBURSA.COM - BYD sebagai raksasa otomotif China secara mengejutkan mengalami tekanan besar dalam penjualan kendaraan.

CarNewsChina melaporkan, penjualan BYD dalam kendaraan elektrifikasi atau new energy vehicle (NEV) tercatat sebanyak 210.051 unit pada Januari 2026, berdasarkan data yang dirilis per 1 Februari. 

Dari jumlah tersebut, 205.518 unit berasal dari kendaraan penumpang (Passenger Car) sementara 4.533 unit merupakan kendaraan elektrifikasi di segmen komersial.

Salah satu sorotan utama datang dari sisi ekspor. Pengiriman ke luar negeri mencapai 100.482 unit atau hampir setengah dari total penjualan bulanan.

Raihan BYD tersebut menggambarkan pergeseran fokus distribusi BYD ke pasar internasional, di tengah pelemahan penjualan domestik di pasar China secara berurutan. Secara bulanan, kinerja Januari menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya. 

Kondisi ini dinilai sejalan dengan pola musiman industri otomotif China, yang umumnya mengalami perlambatan pada awal tahun akibat penyesuaian produksi, gangguan logistik, serta perubahan pola konsumsi menjelang dan selama Tahun Baru Imlek.

Meski demikian, BYD tetap mempertahankan posisinya sebagai produsen mobil elektrifikasi dengan volume penjualan tertinggi di China pada Januari 2026.

Kendaraan penumpang masih menjadi tulang punggung penjualan BYD, sementara ekspor menjadi penopang utama kinerja di tengah melemahnya permintaan pasar China.

Persaingan di pasar NEV China pada awal 2026 juga semakin ketat. Data industri di China menunjukkan sejumlah produsen melakukan penyesuaian harga dan reposisi produk, sementara permintaan bergerak tidak merata di berbagai segmen. 

Fluktuasi pengiriman antarmerek mencerminkan tekanan kompetisi merek otomotif yang berlanjut, khususnya di segmen mobil listrik penumpang.

Sementara itu, statistik industri dan Bea Cukai China mencatat kontribusi ekspor yang semakin besar terhadap total produksi produsen otomotif domestik. 

Dalam konteks ini, lonjakan ekspor BYD kontras dengan penurunan pengiriman dalam negeri, menandai perbedaan momentum antara pasar global dan domestik pada awal tahun.

Pelaku industri memperkirakan penjualan NEV masih akan berfluktuasi sepanjang kuartal pertama 2026. Ini dipengaruhi faktor musiman serta penyesuaian persediaan di tingkat dealer. 

Kini aktivitas produksi dan distribusi kendaraan elektrifikasi di China diproyeksikan kembali normal setelah libur Imlek. Kondisi manufaktur hingga pengiriman kendaraan akan berangsur normal seiring pulihnya operasi logistik dan penjualan ritel.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait