Otomotif 03 Oct 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Penjualan BYD Anjlok, Startup EV Tiongkok Justru Melejit

Penjualan BYD turun 5,9% di September 2025, sementara startup EV Tiongkok seperti Leapmotor, Xiaomi, dan Nio mencetak rekor tertinggi penjualan bulanan.

Penjualan BYD melemah, hanya 393.060 unit di September 2025. Startup EV Tiongkok mencetak rekor baru, menandai perubahan peta persaingan mobil listrik.

Ilustrasi BYD Seal. Foto: carnewschina.
Ilustrasi BYD Seal. Foto: carnewschina.

Daftar Isi

  1. 01 Tren Pasar EV Tiongkok

KABARBURSA.COM - BYD Group mencatat penurunan penjualan pada September 2025, sementara sejumlah startup kendaraan listrik Tiongkok justru mencapai rekor penjualan tertinggi. 

Melansir dari CarNewsChina, kondisi ini menggambarkan dinamika baru di pasar kendaraan listrik terbesar dunia, di mana pemain mapan seperti BYD menghadapi tekanan, sementara produsen baru tampil lebih agresif. 

Penjualan BYD turun 5,9 persen secara tahunan menjadi 393.060 unit pada September, setelah dua bulan sebelumnya stagnan. Penurunan terutama disumbang oleh merek BYD itu sendiri, yang merosot 11,4 persen menjadi 355.774 unit, melanjutkan penurunan 3,6 persen pada Agustus. 

Tekanan paling besar datang dari segmen kendaraan hibrida plug-in (PHEV). Pada September, penjualan PHEV BYD turun 25,6 persen menjadi 188.010 unit. 

Tren pelemahan ini telah berlangsung selama enam bulan berturut-turut sejak April. Rata-rata, penjualan merek BYD di pasar domestik Tiongkok terkoreksi sekitar 20 persen dalam tiga bulan terakhir, di tengah perang harga yang semakin ketat. 

Di sisi lain, beberapa startup kendaraan listrik mencatat pencapaian bersejarah. Leapmotor untuk pertama kalinya melampaui 60.000 penjualan bulanan, atau dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Nio, Xiaomi, dan Xpeng juga masing-masing membukukan rekor penjualan tertinggi sepanjang masa pada September. 

Selain Tesla, BYD juga menghadapi tekanan dari sesama produsen besar Tiongkok, Geely. Pada kuartal ketiga, Geely menjual 442.672 kendaraan listrik (BEV + PHEV), naik 96,2 persen dibandingkan tahun lalu, terutama berkat pertumbuhan merek Galaxy.  

Tren Pasar EV Tiongkok 

Secara total, BYD menjual 1,105 juta unit kendaraan secara global pada kuartal ketiga, turun 2,1% dari tahun lalu, sekaligus menandai penurunan triwulanan pertama sejak 2020. Penjualan PHEV secara kumulatif merosot 23,7 persen menjadi 523.069 unit, sementara BEV naik 31,4 persen menjadi 582.522 unit. 

Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran di pasar EV Tiongkok: BYD sebagai pemain besar mengalami tekanan, sementara startup semakin menonjol dengan capaian rekor baru. 

Persaingan domestik yang ketat, pergeseran konsumen dari PHEV ke BEV, serta ekspansi global menjadi faktor kunci dalam peta industri kendaraan listrik ke depan. (*) 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait