Otomotif 02 Jan 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Penjualan Mobil China 2025: Siapa Gagal dan Tembus Target?

Penjualan produsen otomotif China sepanjang 2025 menunjukkan tren mengejutkan: pemain kecil justru lebih sukses capai target dibanding raksasa industri.

Meski jadi pemimpin volume, BYD gagal capai target penjualan 2025. Di sisi lain, pemain baru seperti Xiaomi dan Xpeng justru melampaui ekspektasi.

Ilustrasi penjualan mobil China. Foto: doc KabarBursa.com
Ilustrasi penjualan mobil China. Foto: doc KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Kinerja penjualan produsen otomotif China sepanjang 2025 menunjukkan adanya polarisasi skala di dalam industri, di mana volume besar tidak lagi secara otomatis berbanding lurus dengan ketepatan eksekusi target.

Data akhir tahun yang dihimpun CarNewsChina memperlihatkan bahwa sejumlah produsen berkapasitas besar gagal memenuhi sasaran penjualan. Sementara pemain yang lebih kecil atau relatif baru justru mampu melampaui target yang ditetapkan.

BYD, sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di China dari sisi volume, mencatat penjualan tahunan sebesar 4.602.436 unit pada 2025. Angka tersebut setara dengan 83,68 persen dari target 5,5 juta unit yang dipasang perusahaan.

Meski tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar berdasarkan volume penjualan, capaian tersebut menunjukkan bahwa skala besar tidak serta-merta menjamin realisasi target yang presisi.

Situasi serupa terlihat pada Chery Automobile yang membukukan penjualan 2.631.381 unit atau 80,72 persen dari target 3,26 juta unit.

Great Wall Motor bahkan mencatat kesenjangan paling lebar, dengan penjualan 1.323.672 kendaraan atau hanya 33,09 persen dari target ambisius 4 juta unit pada 2025.

Di sisi lain, sejumlah produsen dengan skala yang lebih kecil atau berada pada fase pertumbuhan justru menunjukkan tingkat penyelesaian target yang lebih tinggi.

Leapmotor mengirimkan 596.555 kendaraan sepanjang 2025, melampaui target 500.000 unit dengan tingkat pencapaian 119,31 persen.

Xpeng Motors juga mencatat pengiriman 429.445 unit, melebihi target 350.000 unit atau sekitar 122,69 persen dari sasaran awal.

Xiaomi Auto, yang menjalani tahun produksi penuh pertamanya, melaporkan pengiriman lebih dari 400.000 kendaraan pada 2025.

Capaian tersebut melampaui target 350.000 unit dengan tingkat penyelesaian di atas 114,29 persen, didukung oleh penjualan Desember yang tercatat melebihi 50.000 unit.

Sementara itu, beberapa produsen lain masih berada di bawah target meski menunjukkan kinerja tertentu di penghujung tahun. HIMA mencatat penjualan 589.107 kendaraan atau 58,91 persen dari target 1 juta unit. Li Auto mengirimkan 406.343 unit, setara dengan 63,49 persen dari target 640.000 unit.

Nio menutup tahun dengan total penjualan 326.028 unit atau 74,10 persen dari target 440.000 unit, setelah mencatat pengiriman Desember sebanyak 48.135 unit, naik 32,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Perbedaan capaian ini menggambarkan dinamika industri otomotif China yang semakin terfragmentasi dari sisi skala dan eksekusi.

Data tersebut menunjukkan bahwa realisasi penjualan tidak hanya ditentukan oleh besarnya volume produksi, tetapi juga oleh ketepatan penetapan target, fokus segmen, dan pengelolaan pertumbuhan di tengah kompetisi yang ketat sepanjang 2025.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait