Otomotif 05 Nov 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Riset Global: Baterai IONIQ 5 Diklaim Tetap Sehat Setelah 400 Ribu Km

Riset global Hyundai menunjukkan baterai IONIQ 5 tetap di atas 90 persen kesehatan meski telah menempuh jarak hingga 400 ribu kilometer.

Baterai Hyundai IONIQ 5 tetap sehat di atas 90% meski sudah menempuh 400 ribu km. Hyundai buktikan daya tahan baterai mobil listrik terbaik di kelasnya.

Hyundai IONIQ 5 yang sedang melaju di jalan raya. Foto: dok Hyundai.
Hyundai IONIQ 5 yang sedang melaju di jalan raya. Foto: dok Hyundai.

KABARBURSA.COM – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menegaskan komitmen tersebut melalui hasil analisis global yang dilakukan Hyundai Motor Company terhadap lebih dari 50.000 unit Hyundai IONIQ 5 di berbagai negara. 

Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar kendaraan mempertahankan lebih dari 90 persen State of Health (SoH) baterai. Bahkan pada unit yang telah menempuh jarak lebih dari 250.000 mil atau sekitar 400.000 kilometer. 

Temuan ini disampaikan dalam ajang Hyundai CEO Investor Day yang digelar di New York pada bulan September lalu. Hyundai Motor Company menekankan bahwa inovasi baterai akan terus menjadi fokus utama, dengan peningkatan berkelanjutan pada daya tahan, efisiensi biaya, dan keselamatan melalui filosofi desain yang berpusat pada pelanggan. 

Hasil analisis tersebut menunjukkan performa dan ketahanan sistem baterai Hyundai IONIQ 5 di dunia nyata, menjadi bukti penting bagi konsumen di tengah meningkatnya perhatian terhadap umur pakai dan keandalan baterai kendaraan listrik. 

Selain melalui riset dan pengembangan, Hyundai juga melengkapi IONIQ 5 dengan sistem pengelolaan daya yang dirancang untuk menjaga performa baterai secara optimal. 

Sistem Manajemen Baterai (Battery Management System/BMS) canggih melakukan diagnostik prediktif secara real-time, baik ketika kendaraan digunakan, sedang diisi daya, maupun dalam kondisi tidak aktif. 

IONIQ 5 sendiri dibangun di atas platform khusus kendaraan listrik E-GMP (Electric-Global Modular Platform) yang dirancang untuk efisiensi dan ketahanan jangka panjang. Dengan arsitektur kelistrikan 800V, kendaraan ini mendukung ultra-fast charging dari 10% ke 80% dalam waktu sekitar 18 menit, serta dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan mobil berfungsi sebagai sumber daya listrik portabel berdaya 3,6 kW. 

Melalui kombinasi teknologi tersebut, Hyundai berupaya menjaga kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik dengan menghadirkan performa baterai yang stabil dan dapat diandalkan dalam jangka panjang.(*) 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait