Otomotif 19 Dec 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Semikonduktor Langka, Pabrik Honda Tutup Sementara

Honda tangguhkan produksi di China akibat krisis semikonduktor global. Penutupan pabrik GAC-Honda berdampak pada rencana produksi dan pergerakan saham.

Honda hentikan produksi di China 5 hari karena krisis chip. Penangguhan berdampak pada saham dan proyeksi pemulihan rantai pasok otomotif global.

Manufaktur Honda di China mengalami penundaan produksi akibat semikonduktor. Foto: dok. Honda
Manufaktur Honda di China mengalami penundaan produksi akibat semikonduktor. Foto: dok. Honda

KABARBURSA.COM - Honda sebagai salah satu raksasa otomotif Jepang sedang mengalami ancaman serius di China. Ancaman yang dialami Honda terjadi dalam bidang manufaktur yang berada di China.

Sebab Honda Motor Co. berencana menangguhkan sementara produksi kendaraan di pabrik usaha patungan dengan produsen otomotif China, GAC.

Penundaan produksi kendaraan besutan GAC-Honda di China direncanakan berlangsung mulai akhir Desember 2025.

Langkah GAC-Honda ini sebagai akibat gangguan rantai pasokan global, khususnya komponen semikonduktor yang biasa digunakan untuk berbagai perangkat elektronik pada mobil.

Kini krisis semikonduktor yang dilaporkan InvestingLive, rupanya masih membayangi operasional produsen otomotif Jepang tersebut.

Lebih lanjut, seluruh operasi manufaktur kendaraan di tiga pabrik GAC-Honda di China akan dihentikan penuh selama lima hari, terhitung sejak 29 Desember hingga 2 Januari. Penangguhan ini mencakup seluruh lini produksi kendaraan.

Honda lalu menyatakan bahwa kekurangan semikonduktor sebagai alasan utama di balik penghentian sementara tersebut. 

Meski sebelumnya pasokan chip semikonduktor sempat menunjukkan tanda-tanda membaik, kondisi terbaru mengindikasikan ketersediaan komponen krusial itu masih belum cukup untuk menopang produksi secara stabil.

Diketahui, China sendirj memiliki peran strategis bagi Honda, baik sebagai basis produksi maupun pasar penjualan utama dari sisi konsumen.

Buktinya sepanjang 2024, Honda telah memproduksi sekitar 816.597 unit mobil di China. Jumlah ini setara dengan sekitar 22 persen dari total produksi globalnya.

Sedangkan pada periode yang sama, penjualan Honda di China tercatat melampaui 850.000 unit.

Maka dari itu, penghentian produksi sementara ini dinilai sebagai kemunduran dari proyeksi Honda sebelumnya yang memperkirakan kondisi produksi akan kembali normal mulai akhir November.

Namun realisasi penangguhan terbaru menunjukkan bahwa tantangan rantai pasokan terkait semikonduktor itu belum sepenuhnya teratasi. Sehingga dapat menyulitkan pemulihan volume produksi kendaraan Honda dan GAC. 

Kabar tersebut langsung memicu reaksi pasar. Saham Honda tercatat melemah sekitar 1,5 persen di Bursa Tokyo pada hari laporan dipublikasikan. 

Dampak penurunan saham Honda di China cukup memicu kekhawatiran investor terhadap dampak berkelanjutan dari kendala pasokan, terutama di tengah permintaan pasar yang belum solid.

Tak hanya di China, Honda juga akan melakukan penyesuaian produksi di Jepang. Merek otomotif berlogo H tegak ini mengonfirmasi bahwa pabrik domestiknya di Jepang akan menghentikan sementara kegiatan produksi pada 5 dan 6 Januari 2026.

Secara keseluruhan, penangguhan produksi Honda ini menegaskan bahwa krisis semikonduktor masih menjadi faktor penghambat utama bagi industri otomotif global. 

Bagi Honda, tantangan tersebut terus memengaruhi perencanaan produksi, baik di China maupun di pasar utama lainnya hingga global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait