Otomotif 02 Jun 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Siapa yang Masih Bisa Menghentikan Dominasi BYD di China?

BYD mempertahankan dominasi pasar kendaraan energi baru China dengan penjualan hampir 377 ribu unit sepanjang Mei 2026.

BYD memimpin pasar mobil listrik China pada Mei 2026 dengan penjualan 376.990 unit, jauh mengungguli Geely, Chery, dan para rival lainnya.

Ilustrasi BYD dominasi penjualan global. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi BYD dominasi penjualan global. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Produsen mobil listrik terbesar China semakin memperlebar jarak dengan para pesaingnya pada Mei 2026. Data penjualan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) menunjukkan BYD masih memimpin pasar dengan penjualan 376.990 unit, jauh di atas sejumlah pemain lain di industri.

Di bawah BYD, Geely membukukan penjualan NEV sebanyak 133.355 unit, sementara Chery Group mencatatkan 100.304 unit. Di sisi lain, sejumlah produsen lain masih berada di kisaran puluhan ribu unit per bulan.

CarNewsChina melaporkan, data tersebut memperlihatkan jarak yang cukup lebar antara kelompok produsen dengan volume penjualan di atas 100.000 unit dan pemain lain yang masih bergerak di kisaran 30.000 hingga 40.000 unit.

BYD mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan total penjualan 376.990 unit pada Mei. Penjualan kendaraan penumpang perusahaan itu tercatat meningkat 60 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu setelah sebelumnya mengalami penurunan tahunan selama delapan bulan berturut-turut.

Salah satu kontributor pertumbuhan berasal dari merek Fang Cheng Bao yang membukukan penjualan 30.186 unit atau meningkat 139,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Geely menempati posisi berikutnya dengan penjualan kendaraan energi baru sebanyak 133.355 unit. Meski turun 3,4 persen secara tahunan, merek kendaraan listrik premium Zeekr yang berada di bawah grup tersebut mencatatkan penjualan 34.377 unit atau naik 81,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, Chery Group kembali mencatatkan penjualan kendaraan energi baru di atas 100.000 unit. Perusahaan tersebut menjual 100.304 unit pada Mei, menandai bulan kedua berturut-turut penjualan NEV-nya melampaui angka tersebut.

Di luar tiga besar, sejumlah produsen mencatatkan volume penjualan yang lebih rendah. Leapmotor mengirimkan 81.569 unit pada Mei atau meningkat 81,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi rekor baru sekaligus bulan keempat berturut-turut perusahaan memimpin kelompok startup kendaraan energi baru.

Nio mengirimkan 37.705 unit atau naik 62,4 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, merek utama Nio menyumbang 20.013 unit, Onvo sebanyak 12.029 unit dan Firefly 5.663 unit.

Huawei melalui Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) mencatatkan pengiriman 46.122 unit pada Mei. Sementara Xiaomi mengirimkan lebih dari 30.000 unit.

Li Auto mengirimkan 33.350 unit atau turun 18,4 persen dibandingkan tahun lalu. Xpeng membukukan pengiriman 32.158 unit dengan penurunan 4,1 persen secara tahunan.

Di kelompok lain, Changan menjual 92.400 kendaraan energi baru. Merek Deepal mencatatkan penjualan 33.243 unit atau naik 30,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan Avatr menjual 7.336 unit atau turun 42,5 persen. Adapun GWM menjual 30.447 kendaraan energi baru pada Mei 2026.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait