Otomotif 25 Mar 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Ternyata ini Alasan Lamborghini Tunda Produksi EV

Lamborghini menunda peluncuran mobil listrik hingga setelah 2030 demi menjaga karakter performa dan pengalaman emosional.

Lamborghini tunda mobil listrik hingga setelah 2030, fokus pada PHEV seperti Lanzador karena permintaan EV premium melemah.

Tak mau buru-buru beralih ke EV, Lamborghini Lanzador bakal mengusung mesin hybrid. Ini alasannya. Foto: Lamborghini
Tak mau buru-buru beralih ke EV, Lamborghini Lanzador bakal mengusung mesin hybrid. Ini alasannya. Foto: Lamborghini

KABARBURSA.COM – Lamborghini menyesuaikan strategi elektrifikasinya di tengah melambatnya permintaan kendaraan listrik (EV) di segmen premium.

Paultan melaporkan, Lamborghini telah memastikan bahwa mobil listrik murni pertamanya baru akan meluncur setelah tahun 2030.

Sementara model baru Lamborghini Lanzador, akan hadir lebih dulu dalam elektrifikasi jensi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann mengatakan,investasi EV atau mobil listrik merupakan sebagai 'hobi mahal' yang  kerap disalahartikan.

Ia menekankan Lamborghini tidak serta merta menghentikan pengembangan mobil listrik, tapi hanya menunda peluncurannya sambil menyesuaikan dengan karakter pasar.

“Saya tidak mengatakannya seperti itu. Saya hanya ingin menggarisbawahi hal ini,” kata Winkelmann dikutip, Senin, 23 Maret 2026.

Lebih lanjut .enurut laporan Autocar, Lamborghini tetap melanjutkan pengembangan EV, namun memilih menunggu momentum yang tepat  karena permintaan mobil listrik mewah dan sport tengah melambat.

Sebagai gantinya, Lamborghini akan membawa Lanzador ke pasar pada akhir dekade ini dalam format PHEV, bukan listrik murni seperti konsep awal. 

Lamborghini Lanzador akan menjadi lini keempat pabrikan asal Italia tersebut. Ia diposisikan di bawah Lamborghini Urus, dengan konfigurasi kursi 2+2 dan dua pintu.

Lanzador versi produksi juga diperkirakan akan berbagi teknologi dengan Urus, termasuk penggunaan mesin V8 atau delapan silinder yang ditambah turbocharged berbasis PHEV.

Winkelmann menyebut, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan karakter pelanggan Lamborghini yang tidak hanya mencari performa, tetapi juga pengalaman emosional.

“Jangka waktunya pasti setelah tahun 2030. Kami akan memantau dengan sangat cermat tingkat penerimaan mobil listrik di masa depan untuk jenis pelanggan kami. Kami terus mengerjakan semua hal yang penting untuk siap memproduksi mobil listrik, tetapi di sini kita berbicara tentang sesuatu yang emosional dan tidak akan dijelaskan secara rasional,” sebutnya.

Winkelmann juga mengaku, mobil listrik murni yang dikenal senyap dinilai dapat menghilangkan karakter suara mesin, di mana hal ini merupakan identitas sekaligus  daya tarik utama produk supercar.

“Kami menemukan bahwa tingkat penolakan mobil listrik sepenuhnya meningkat, dan ini adalah sesuatu yang akan memengaruhi penjualan mobil listrik sepenuhnya dari Lamborghini. Anda tidak membeli Lamborghini karena ingin berpindah dari A ke B setiap hari. Anda membeli Lamborghini karena itu adalah impian masa kecil, atau mungkin karena itu adalah pemenuhan kehidupan yang penuh dengan kerja keras," terangnya.

Winkelmann juga berujar, suara mesin tetap menjadi elemen penting yang sulit digantikan oleh teknologi kendaraan listrik.

“Salah satu topik 'penolakan' terbesar terhadap mobil listrik sepenuhnya adalah hilangnya suara. Suara mesin adalah salah satu elemen utama mengapa orang membeli mobil-mobil ini,” katanya.

Ia kemudian menyoroti upaya sejumlah pihak yang mencoba mensimulasikan suara mesin pada EV, namun dinilai belum mampu menggantikan pengalaman asli dari mesin konvensional

“Anda bisa melakukan banyak hal. Anda juga bisa memasang pemutar piringan hitam di dalam mobil dan memalsukan mesin pembakaran. Intinya adalah jika ini yang Anda inginkan di dalam mobil seperti Lamborghini. Artinya anda tidak menginginkan sesuatu yang tidak nyata. Itulah persepsi saya,” tutupnya.

Dari sisi bisnis, langkah Lamborghini ini mencerminkan strategi kehati-hatian dalam elektrifikasi kendaraan khususnya EV.

Sebagai produsen mobil mewah berkarakter performa, Lamborghini berupaya menjaga DNA sport dan sisi emosional pengguna yang menjadi identitasnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait