Otomotif 27 Aug 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Wajib Tahu, 5 Kebiasaan yang Bikin Ban Mobil Cepat Rusak

Kesalahan kecil seperti semir ban berlebih hingga tekanan angin yang salah bisa bikin ban mobil cepat rusak dan risiko kecelakaan meningkat. Cek tipsnya di sini.

5 kebiasaan ini bisa bikin ban mobil cepat rusak tanpa kamu sadari. Simak juga tips memilih ban yang tepat untuk kondisi hujan dan jalanan tropis Indonesia.

Ilustrasi 5 kebiasaan yang membuat ban cepat rusak. Foto: doc Hankook.
Ilustrasi 5 kebiasaan yang membuat ban cepat rusak. Foto: doc Hankook.

Daftar Isi

  1. 01 Pentingnya Pemilihan Ban Sesuai Kebutuhan

KABARBURSA.COM - Ban mobil merupakan salah satu elemen terpenting yang menentukan keselamatan penumpang. Kondisi ban berpengaruh langsung terhadap pengereman, kestabilan, hingga kendali kendaraan. Namun, tak sedikit pengendara yang masih mengabaikan perawatannya.

Risiko kecelakaan meningkat ketika ban pecah, aus, atau tekanan anginnya kurang. Sayangnya, banyak pemilik kendaraan baru menyadari masalah ban saat kondisinya sudah kempes, sobek, atau rusak berat. Padahal, hal itu bisa diantisipasi dengan inspeksi rutin dan perawatan yang konsisten.

National Sales Manager (PCR) Passenger Car Radial Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono menegaskan pentingnya memahami usia pakai ban. Menurutnya, rata-rata ban bisa digunakan secara maksimal untuk menempuh jarak 40.000 hingga 50.000 kilometer, sebelum perlu diganti karena aus.

“Selain dari sisi jarak, performa dan usia ban juga ditentukan oleh kebiasaan pemakaian kita sehari-hari. Kebiasaan buruk dalam memakai ban tidak hanya memperpendek umur ban, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 27 Agustus 2025.

Apriyanto mengungkapkan, ada lima kebiasaan yang tanpa disadari membuat ban mobil cepat rusak. Berikut kebiasaan tersebut:

Mencuci Ban dengan Tekanan Air Berlebihan

Membersihkan mobil dengan semprotan bertekanan tinggi memang praktis, tapi bila dilakukan terlalu sering dan dari jarak dekat, lapisan pelindung ban bisa terkikis. Disarankan memakai tekanan sedang (80–100 bar) dengan jarak 40–50 cm.

Penggunaan Semir Ban Berlebihan

Produk semir berbahan dasar silikon membuat ban lebih berkilau, namun pemakaian berulang dapat menimbulkan penumpukan, meresap ke kompon ban, hingga menimbulkan retakan halus. Ban pun bisa jadi licin dan berisiko slip di jalan basah. Idealnya, cukup digunakan maksimal dua minggu sekali dan hindari mengoleskan pada tapak ban.

Terlalu Sering Menambal Ban Tubeless

Ban tubeless dilengkapi lapisan fluid sealant yang membuatnya lebih tahan jika tertusuk benda tajam. Meski demikian, menambal ban lebih dari empat kali bisa membuat permukaan tidak rata dan mengurangi daya cengkeram. Jika muncul benjolan atau retakan halus, sebaiknya segera diganti.

Mengisi Tekanan Angin Melebihi Rekomendasi

Setiap pabrikan mobil telah menetapkan standar tekanan angin sesuai jenis kendaraan—SUV 35–40 psi, sedan 30–33 psi, city car 30–36 psi. Menambah tekanan di luar batas justru membuat keausan tidak merata, karena bagian tengah ban lebih cepat terkikis dibandingkan sisi samping.

Mencuci Ban dengan Deterjen

Deterjen dengan kandungan alkali tinggi dapat mengikis lapisan pelindung karet dan mengurangi elastisitas. Akibatnya, ban lebih cepat retak, apalagi bila dipadukan dengan kelembapan tinggi saat musim hujan. Solusinya, gunakan sabun khusus mobil dengan pH seimbang agar kelenturan ban tetap terjaga.

Pentingnya Pemilihan Ban Sesuai Kebutuhan

Apriyanto menuturkan, perawatan ban mobil juga tidak lepas dari memilih ban yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi kendaraan.

“Untuk wilayah tropis seperti Indonesia, pilih ban dengan dukungan teknologi drainase dan daya cengkram optimal yang akan bermanfaat saat musim hujan seperti saat ini,” jelas Apriyanto.

Pemilihan ban yang tepat—disesuaikan dengan kondisi cuaca, kontur jalan, hingga jarak tempuh—akan menjaga masa pakai ban dan meminimalisir risiko kecelakaan, khususnya di jalan licin atau berkelok.

Untuk kondisi jalan basah, Hankook mengandalkan dua seri produk: Ventus V2 Concept² dan Kinergy ECO2. Ventus V2 Concept² memiliki empat alur drainase lebar untuk kendali lebih baik di jalan hujan serta desain blok 3D yang meningkatkan presisi pengereman.

Sementara Kinergy ECO2 dilengkapi tiga alur lurus yang memaksimalkan pembuangan air, menjaga traksi, sekaligus menjaga suhu ban di jalan kering. Teknologi aqua turbine dan chamfer juga membantu pengereman di jalan basah tanpa mengurangi stabilitas kendaraan.

Selain produk, Hankook menyediakan layanan purna jual lewat gerai resmi Hankook Master. Di sana, pelanggan bisa mendapatkan pendampingan mulai dari pemilihan ban sesuai kebutuhan hingga perawatan optimal, demi memperpanjang usia pakai ban dan menjaga keselamatan berkendara.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait