Syariah 10 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

AADI Sepekan Diguyur Asing Rp85 Miliar, Koreksi Dekati Area Rebound?

AADI melemah lebih dari 14 persen dalam sepekan terakhir di tengah derasnya tekanan jual asing. Namun area teknikal mulai mendekati zona buy on weakness dengan target rebound jangka pendek.

AADI terkoreksi lebih dari 14 persen dalam sepekan. Tekanan asing masih besar, namun area teknikal mulai mendekati zona rebound.

Nilai transaksi AADI pada akhir pekan mencapai Rp133,47 miliar. (Foto: dok AADI)
Nilai transaksi AADI pada akhir pekan mencapai Rp133,47 miliar. (Foto: dok AADI)

Daftar Isi

  1. 01 Foreign Sell Sempat Membengkak
  2. 02 Strategi dan Rekomendasi

KABARBURSA.COM – Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) belum berhasil keluar dari tekanan jual setelah kembali melemah 3,33 persen ke level 9.425 pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Koreksi tersebut memperpanjang tren pelemahan AADI dalam sepekan terakhir setelah saham ini sempat diperdagangkan di area 11.000 pada awal pekan.

Dalam data perdagangan terlihat, tekanan jual masih mendominasi pergerakan saham ini. Nilai transaksi AADI pada akhir pekan mencapai Rp133,47 miliar dengan volume 138,24 ribu lot dan frekuensi transaksi sebanyak 10,60 ribu kali.

Foreign Sell Sempat Membengkak

Arus dana asing juga kembali keluar cukup besar. Foreign sell tercatat mencapai Rp44,64 miliar, lebih tinggi dibanding foreign buy Rp28,04 miliar, sehingga membentuk net foreign sell sebesar Rp16,60 miliar dalam satu hari perdagangan.

Jika ditarik dalam lima perdagangan terakhir, pola distribusi asing sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal pekan. Pada 4 Mei 2026, AADI ditutup di level 10.975 setelah terkoreksi 5,39 persen dengan net foreign sell mencapai Rp33,60 miliar.

Tekanan berlanjut pada 5 Mei 2026 ketika saham ini kembali turun 4,10 persen ke level 10.525. Pada sesi tersebut, net foreign sell bahkan membengkak menjadi Rp45,26 miliar dengan tekanan jual asing mencapai Rp51,51 miliar.

Pergerakan mulai sedikit mereda pada 6 Mei 2026. AADI memang masih turun 2,85 persen ke level 10.225, namun arus asing mulai berbalik tipis dengan net foreign buy Rp1,75 miliar.

Momentum rebound sempat muncul pada 7 Mei 2026 ketika AADI bergerak naik intraday dan mencatat net foreign buy Rp7,85 miliar. Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama setelah saham kembali terkoreksi tajam pada perdagangan berikutnya.

Dalam sepekan, harga saham AADI tercatat sudah turun sekitar 14,12 persen dari area 10.975 menjadi 9.425. Koreksi cepat tersebut membuat saham ini mulai mendekati area support psikologis penting di kisaran 9.200–9.400.

Strategi dan Rekomendasi

Secara teknikal, pergerakan AADI saat ini dinilai masih berada dalam fase koreksi lanjutan. MNC Sekuritas memperkirakan posisi AADI sedang berada pada bagian wave [c] dari wave B pada label hitam atau wave [iv] pada label merah.

Meski begitu, area pelemahan saat ini mulai dinilai menarik untuk strategi buy on weakness. Zona akumulasi diperkirakan berada di rentang 9.275 hingga 9.425 dengan peluang rebound menuju target price 10.225 hingga 10.825.

Area 9.200 menjadi level penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Jika level tersebut ditembus, tekanan jual berisiko kembali membesar dan membuka ruang koreksi lanjutan.

Dari sisi pergerakan harian, volatilitas AADI masih tergolong tinggi. Pada perdagangan 8 Mei 2026, saham ini sempat dibuka di level 9.775 sebelum turun hingga menyentuh low 9.425 dan gagal bertahan di area psikologis 10.000.

Rata-rata harga transaksi harian juga terus bergerak turun dalam beberapa sesi terakhir. Average price tercatat turun dari 10.995 pada 4 Mei menjadi 9.655 pada 8 Mei 2026, menandakan tekanan distribusi masih cukup dominan dalam jangka pendek.

Meski tekanan asing belum sepenuhnya reda, mulai muncul indikasi bahwa laju penurunan melambat dibanding awal pekan. Kondisi tersebut membuat area current price mulai masuk radar trader jangka pendek yang mencari momentum technical rebound setelah koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait