Syariah 17 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

AADI Uji 10.800, Lanjut Ngebut ke 12.200 atau Tertahan?

Sinyal teknikal masih kuat dengan seluruh moving average di zona beli, sementara rekomendasi analis menempatkan area 10.800 sebagai titik krusial arah berikutnya.

Saham AADI uji support 10.800 dengan sinyal teknikal kuat. Simak target harga dan strategi trading terbaru dari RHB Sekuritas.

Rekomendasi buy on support untuk saham AADI sejalan dengan indikator moving average yang memberikan sinyal beragam. (Foto: dok Adaro Andalan Indonesia)
Rekomendasi buy on support untuk saham AADI sejalan dengan indikator moving average yang memberikan sinyal beragam. (Foto: dok Adaro Andalan Indonesia)

Daftar Isi

  1. 01 Buy on Support?
  2. 02 Dari Buyback hingga Divestasi Kestrel Coal

KABARBURSA.COM – Pergerakan teknikal saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menunjukkan struktur tren yang masih berada dalam fase penguatan. Sementara, indikator moving average memberikan sinyal yang seragam. 

Seluruh indikator utama, mulai dari MA5 hingga MA200, berada dalam posisi buy. Posisi ini mencerminkan harga yang bergerak di atas rata-rata jangka pendek hingga panjang.

Secara rinci, MA5 berada di kisaran 10.765, MA10 di 10.577, dan MA20 di 10.715. Untuk MA50, MA100, hingga MA200 masing-masing berada di 9.715, 8.625, dan 7.970. 

Posisi harga yang berada di atas seluruh level tersebut memperlihatkan tren naik yang terjaga, dengan struktur yang semakin menguat seiring jarak antara harga dan rata-rata jangka panjang yang melebar.

Dari sisi level teknikal harian, pivot point berada di area 10.900. Level ini menjadi titik keseimbangan pergerakan harga dalam jangka pendek. 

Area support terdekat berada di kisaran 10.750 hingga 10.550, sementara resistance berada di rentang 11.100 hingga 11.250, dengan potensi lanjutan ke area 11.450.

Struktur ini menempatkan area 10.800 sebagai zona krusial, yang berada di antara support dan pivot point. Level tersebut menjadi titik uji bagi kekuatan tren, apakah harga mampu bertahan di atas area tersebut atau mengalami tekanan kembali ke support yang lebih rendah.

Buy on Support?

Dalam kerangka tersebut, analis RHB Sekuritas Indonesia Ilham Fitriadi Budiarto memberikan pendekatan buy on support. Area beli direkomendasikan di 10.800, dengan target harga pertama di 11.350 dan target lanjutan di 12.225. Sementara itu, batas risiko atau stop loss ditempatkan di bawah level 10.250.

Jika dikaitkan dengan struktur teknikal saat ini, target pertama berada di atas resistance jangka pendek, sedangkan target kedua mencerminkan potensi kelanjutan tren apabila harga mampu menembus area resistance secara konsisten. 

Sementara itu, level stop loss berada di bawah zona support utama, yang menandai perubahan struktur tren apabila ditembus.

Dari Buyback hingga Divestasi Kestrel Coal

Di luar faktor teknikal, terdapat sejumlah aksi korporasi yang membentuk latar belakang pergerakan saham AADI. Perusahaan tengah menjalankan program pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp5 triliun yang dilakukan secara bertahap selama 12 bulan. 

Program ini berpotensi memengaruhi dinamika suplai saham di pasar.

Selain itu, AADI juga telah menyelesaikan divestasi aset Kestrel Coal dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp41 triliun. Aksi ini menjadi salah satu peristiwa korporasi terbesar yang berdampak pada struktur keuangan perusahaan, termasuk potensi distribusi nilai kepada pemegang saham.

Dalam konteks kinerja, laba bersih hingga September 2025 tercatat turun 45 persen menjadi USD587 juta. Penurunan ini terjadi di tengah pelemahan harga jual rata-rata batu bara, yang menjadi faktor utama dalam pembentukan kinerja keuangan.

Dengan struktur teknikal yang berada dalam tren naik, rekomendasi perdagangan berbasis buy on support, serta adanya aksi korporasi yang berjalan, pergerakan saham AADI saat ini berada dalam fase pengujian lanjutan terhadap area resistance. 

Posisi harga di sekitar pivot dan support terdekat menjadi penentu arah berikutnya, apakah tren penguatan berlanjut atau mengalami penyesuaian dalam jangka pendek.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait