Syariah 22 Apr 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

B57+ Buka Jalan Ekraf RI, 21 Sektor Masuk Radar

Sebanyak 21 subsektor ekonomi kreatif Indonesia disiapkan masuk pasar global melalui kolaborasi B57+ yang membuka akses pendanaan dan perdagangan lintas negara.

B57+ dorong 21 subsektor ekonomi kreatif Indonesia masuk pasar global lewat akses pendanaan dan perdagangan.

Business 57 Plus (B57+) mulai membuka akses bagi produk ekonomi kreatif Indonesia untuk masuk ke pasar global. (Foto: Kabarbursa.com/Gusti Ridani)
Business 57 Plus (B57+) mulai membuka akses bagi produk ekonomi kreatif Indonesia untuk masuk ke pasar global. (Foto: Kabarbursa.com/Gusti Ridani)

KABARBURSA.COM – Business 57 Plus (B57+) mulai membuka akses bagi produk ekonomi kreatif Indonesia untuk masuk ke pasar global. Sebanyak 21 subsektor ekonomi kreatif kini masuk dalam radar pengembangan melalui kolaborasi lintas negara.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan kerja sama dengan B57+ diarahkan untuk mendorong pelaku usaha lokal naik kelas ke tingkat internasional. Fokusnya tidak hanya pada ekspor, tetapi juga pembukaan akses pasar dan pembiayaan.

“Melalui kolaborasi dengan B57+, para pelaku ekonomi kreatif lokal dapat naik kelas ke tingkat nasional hingga global,” ujar Teuku Riefky dalam kegiatan Halal Bihalal B57+ di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Ia menjelaskan terdapat 21 subsektor ekonomi kreatif yang berpotensi dikembangkan dalam kerja sama ini. Sektor tersebut mencakup fesyen, kuliner, hingga pengembangan aplikasi dan gim.

Menurut dia, perluasan sektor ini menjadi bagian dari strategi untuk memperluas basis ekspor sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional.

“Kolaborasi ini bisa dimulai dengan penyediaan akses pendanaan dan akses pasar, termasuk fasilitas untuk keduanya,” katanya.

Selain akses pasar, penguatan talenta digital juga menjadi bagian dari agenda pengembangan. Hal ini dinilai penting untuk mendukung daya saing produk kreatif di pasar global.

Di sisi lain, Ketua Umum B57+ Asia Pacific Chapter Arsjad Rasjid menyebut sektor ekonomi halal dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bersama di tengah kondisi global yang tidak stabil.

Menurut dia, konektivitas perdagangan dan investasi menjadi faktor penting dalam menghubungkan potensi tersebut antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Salah satu pasar yang paling siap dan potensial adalah ekonomi halal,” ujar Arsjad.

Ia menambahkan, platform B57+ dirancang untuk menjembatani kerja sama bisnis antarnegara melalui peningkatan perdagangan, investasi, dan konektivitas ekonomi yang lebih terstruktur.

B57+ juga tidak hanya berfokus pada negara anggota OKI, tetapi mulai memperluas jangkauan kerja sama ke sejumlah negara non-OKI di kawasan Asia Pasifik.

Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk ekonomi kreatif Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait