Syariah 27 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

BOLT Putuskan Kasih Cuan Rp50 per Saham, Catat Tanggalnya

Rasio dividen mendekati 90 persen dari laba 2025, sementara pendapatan dan laba kuartal I 2026 menunjukkan peningkatan di tengah tekanan biaya.

BOLT bagikan dividen Rp50/saham. Laba Q1 2026 naik ke Rp37 miliar, ditopang penjualan dan efisiensi.

Garuda Metalindo memutuskan untuk membagikan dividen kepada para investor. Di saat yang bersamaan, kinerja keuangan di kuartal pertama tahun ini tercatat naik menjadi Rp423 miliar. (Foto: dok BOLT)
Garuda Metalindo memutuskan untuk membagikan dividen kepada para investor. Di saat yang bersamaan, kinerja keuangan di kuartal pertama tahun ini tercatat naik menjadi Rp423 miliar. (Foto: dok BOLT)

Daftar Isi

  1. 01 Pendapatan Q1-2026 Rp423 Miliar
  2. 02 Penjualan Mobil Nasional Bertumbuh

KABARBURSA.COM – PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) memutuskan untuk membagi cuan atau keuntungan kepada para investor. Besarannya Rp50 per saham dan diambil dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat RUPST pada Senin, 27 April 2026. Di sini, perusahaan menyetujui pembagian dividen sebesar Rp117,19 miliar. Nilai tersebut setara dengan 88,63 persen dari laba bersih 2025.

Direktur BOLT Anthony Wijaya, menyampaikan bahwa dari total laba bersih Rp139,21 miliar, sekitar Rp6,61 miliar dialokasikan sebagai cadangan. Sementara sisanya, yaitu Rp8,41 miliar, ditahan sebagai laba ditahan. 

“Keputusan ini mencerminkan keseimbangan antara pembagian keuntungan kepada pemegang saham dan penguatan struktur permodalan,” ujar dia. 

Dengan komposisi tersebut, sebagian besar laba langsung didistribusikan ke investor.

Pendapatan Q1-2026 Rp423 Miliar

Di sisi lain, kinerja kuartal I-2026 menunjukkan arah yang berbeda dari sekadar distribusi dividen. Pendapatan tercatat sebesar Rp423 miliar, meningkat dibandingkan Rp369 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kenaikan ini terjadi seiring dengan peningkatan permintaan dari segmen kendaraan roda empat serta ekspansi pasar ekspor.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih tercatat sebesar Rp37 miliar pada kuartal I-2026, naik dari Rp27 miliar pada kuartal I-2025. Laba usaha juga meningkat menjadi Rp48 miliar dari Rp38 miliar, menunjukkan adanya penguatan di tingkat operasional. 

Namun jika dilihat secara kuartalan, terdapat koreksi dibandingkan kuartal III dan IV 2025. Laba bersih pada kuartal I-2026 lebih rendah dibandingkan Rp49 miliar pada kuartal III-2025 dan Rp24 miliar pada kuartal IV-2025. 

Dari sisi margin, laba kotor tercatat sebesar Rp95 miliar, turun dari Rp117 miliar pada kuartal IV-2025. Penurunan ini terjadi meskipun pendapatan meningkat, mencerminkan adanya tekanan pada biaya produksi. Beban usaha juga relatif terkendali di Rp47 miliar, turun dari Rp60 miliar pada kuartal sebelumnya.

Efisiensi operasional terlihat dari sejumlah indikator rasio. Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 2,02 persen, sementara Return on Equity (ROE) berada di level 3,73 persen pada kuartal I-2026. Angka ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas terhadap aset dan ekuitas yang dimiliki.

Selain itu, rasio interest coverage berada pada level tinggi di 277 kali, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga berada pada posisi yang sangat kuat. Struktur keuangan yang relatif sehat ini menjadi salah satu faktor yang mendukung kebijakan dividen agresif.

Penjualan Mobil Nasional Bertumbuh

Di tengah kondisi industri otomotif yang bergerak terbatas, BOLT tetap mencatat pertumbuhan. Penjualan mobil nasional hanya tumbuh sekitar 1,7 persen, sementara penjualan sepeda motor justru turun 4,11 persen pada kuartal I-2026. 

Strategi operasional menjadi salah satu penopang kinerja. Perusahaan mengamankan pasokan bahan baku melalui kontrak jangka panjang, melakukan efisiensi biaya, serta menyesuaikan harga secara selektif. Langkah ini menjaga stabilitas operasional di tengah tekanan eksternal.

Ke depan, perusahaan mengarahkan strategi pada digitalisasi proses produksi, pengembangan sumber daya manusia, serta ekspansi ke sektor alat berat dan pasar ekspor. Arah ini menunjukkan upaya untuk memperluas basis bisnis di luar pasar domestik. 

Dengan kombinasi antara pembagian dividen besar dan kinerja yang masih bertumbuh, pergerakan BOLT mencerminkan dua arah yang berjalan bersamaan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait