Syariah 03 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

BUMI Subur Lagi, Asing Guyur hingga Tiga Miliar

Harga BUMI menyentuh ARA ke level 242 seiring derasnya arus beli asing di pasar reguler, menandai kembalinya aktivitas dan minat investor global pada saham tambang batu bara ini.

Saham BUMI ARA ke 242 pada Selasa (3/2) dengan dukungan net foreign buy 1,66 miliar saham. Arus dana asing menguatkan struktur permintaan.

Masuknya asing ke saham BUMI membuat pergerakan emiten batu bara ini menghijau kembali. Foto: Dok Bumi Resources.
Masuknya asing ke saham BUMI membuat pergerakan emiten batu bara ini menghijau kembali. Foto: Dok Bumi Resources.

KABARBURSA.COM – Saham Bumi Resources (BUMI) kembali menjadi pusat perhatian pasar pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026. Harga BUMI melonjak tajam dan menyentuh batas auto rejection atas (ARA), menguat 22 poin atau 10 persen ke level 242. 

Lonjakan ini menandai kembalinya minat beli yang kuat setelah fase pergerakan yang relatif tertekan pada periode sebelumnya.

Sejak pembukaan di level 212, harga BUMI bergerak agresif ke zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi intraday di 252 sebelum bertahan di kisaran atas hingga menjelang tengah hari. 

Rentang pergerakan intraday yang lebar, dengan level terendah di 198, mencerminkan peningkatan volatilitas seiring membesarnya partisipasi pelaku pasar. Secara kapitalisasi pasar, nilai BUMI kini berada di kisaran Rp89,86 triliun.

Penguatan harga tersebut berlangsung seiring dengan derasnya aliran dana asing di pasar reguler. Data perdagangan menunjukkan total pembelian asing mencapai 3,17 miliar saham, sementara penjualan asing tercatat 1,51 miliar saham. 

Dengan demikian, BUMI mencatatkan net foreign buy sebesar 1,66 miliar saham. Arus beli asing yang signifikan ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang lonjakan harga dan memperkuat struktur permintaan sepanjang sesi perdagangan.

Masuknya dana asing dalam jumlah besar memberikan sinyal bahwa saham BUMI kembali aktif diperdagangkan oleh investor global, bukan hanya digerakkan oleh transaksi domestik jangka pendek. 

Pola ini berbeda dengan reli-reli singkat sebelumnya yang kerap terjadi tanpa dukungan arus dana asing yang solid. Pada perdagangan kali ini, akumulasi asing berlangsung bersamaan dengan kenaikan harga, sehingga memperlihatkan keterkaitan langsung antara arus dana dan pergerakan saham.

Dari sisi struktur pergerakan, akselerasi harga terjadi relatif cepat sejak awal sesi, menunjukkan bahwa permintaan datang dalam kondisi likuiditas yang cukup dan mampu menyerap tekanan jual di level-level bawah. 

Lonjakan ke ARA juga mencerminkan bahwa suplai di pasar terbatas ketika minat beli meningkat tajam. Namun, rentang high–low yang lebar tetap menunjukkan adanya dinamika tarik-menarik antara pembeli dan penjual, terutama setelah harga menyentuh area tertinggi intraday.

Kinerja intraday ini menempatkan BUMI sebagai salah satu saham paling aktif dan menonjol di pasar, sejalan dengan posisinya sebagai top gainers dalam indeks LQ45 pada hari yang sama. Respons pasar yang agresif terhadap BUMI juga terjadi di tengah membaiknya sentimen pasar secara umum, dengan IHSG yang rebound dan aliran dana kembali masuk ke saham-saham berisiko lebih tinggi.

Secara keseluruhan, pergerakan BUMI pada perdagangan hari ini memperlihatkan kombinasi antara lonjakan harga, peningkatan volatilitas, dan dukungan kuat dari arus dana asing. Data tersebut menunjukkan bahwa saham BUMI kembali berada dalam radar utama pelaku pasar, dengan aktivitas transaksi yang jauh lebih intens dibandingkan hari-hari sebelumnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait