Syariah 16 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Dana Asing Pergi Rp67,26 Miliar, BSI (BRIS) Ekspansi ke Arab Saudi

Bank Syariah Indonesia memperluas ekspansi ke Arab Saudi setelah sukses di Dubai. Simak cerita di balik strategi global BSI dan performa saham BRIS sepanjang Juni 2026.

BRIS ekspansi ke Arab Saudi dengan kinerja solid. Simak prospek bisnis BSI serta analisis pergerakan saham BRIS sepanjang Juni 2026.

Dubai menjadi pintu masuk pertama bagi BSI menuju pasar Timur Tengah. (Foto: dok BSI)
Dubai menjadi pintu masuk pertama bagi BSI menuju pasar Timur Tengah. (Foto: dok BSI)

Daftar Isi

  1. 01 Aset di Dubai Bertumbuh 80 Persen
  2. 02 Potensi Bisnis di Jeddah
  3. 03 Volatilitas Saham Tinggi, Asing Gencar Keluar

KABARBURSA.COM - Setelah lebih dulu membuka kantor cabang di Dubai sejak 2022, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) bersiap menancapkan bendera di Arab Saudi, tepatnya di Jeddah. Hal tersebut dilakukan bertepatan dengan menguapnya dana asing sebesar Rp67,26 miliar di sepanjang Juni 2026.

Ini bukan ekspansi bisnis biasa. BSI melihat peluang besar dari ekosistem halal yang terus berkembang. Mulai dari pembiayaan perdagangan, layanan treasury, hingga kebutuhan jutaan jamaah haji dan umrah asal Indonesia yang setiap tahun melakukan perjalanan ke Tanah Suci.

Optimisme ini didukung oleh keberhasilan BSI menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga April 2026, DPK yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp382 triliun atau tumbuh 17,90 persen secara tahunan. 

Dari sisi pembiayaan, perseroan mencatatkan pertumbuhan dua digit sebesar 15,59 persen menjadi Rp332 triliun. Sementara, total aset meningkat menjadi Rp452 triliun atau tumbuh 12,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Aset di Dubai Bertumbuh 80 Persen

Bagi BSI, Dubai menjadi pintu masuk pertama menuju pasar Timur Tengah. Hasilnya mulai terlihat. Hingga April 2026, aset BSI Dubai tumbuh sekitar 80 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu didominasi oleh pembiayaan korporasi. 

Kantor cabang tersebut melayani trade finance, treasury, hingga documentary collection yang menghubungkan eksportir dan importir Indonesia dengan Uni Emirat Arab.

Keberhasilan inilah yang kemudian mendorong manajemen memperluas jangkauan. Jeddah dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi sekaligus gerbang utama bagi jutaan jamaah haji dan umrah.

Potensi Bisnis di Jeddah

Potensi bisnisnya sangat besar. Indonesia setiap tahun mengirim sekitar 203 ribu jamaah haji, dan sekitar 83 persen di antaranya merupakan nasabah BSI. Sementara untuk umrah, berdasarkan data tahun 2025, terdapat sekitar 1,6 juta jamaah Indonesia, dengan sekitar 84 persen menggunakan layanan BSI.

Dengan basis nasabah sebesar itu, kehadiran cabang di Arab Saudi bukan hanya memperkuat layanan perbankan syariah, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan kebutuhan ibadah, perdagangan, dan transaksi keuangan lintas negara.

Volatilitas Saham Tinggi, Asing Gencar Keluar

Tapi, pergerakan saham BRIS tidak berbanding lurus dengan ekspansi bisnisnya.

Sepanjang Juni 2026, saham BRIS justru menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, harga saham masih berada di level Rp1.945, kemudian turun menjadi Rp1.885 dan kembali melemah ke Rp1.765. Tekanan jual berlanjut hingga harga sempat menyentuh Rp1.615 pada 8 Juni.

Menariknya, BRIS bangkit dengan cepat. Pada 9 Juni saham melonjak 13,93 persen atau naik 225 poin menjadi Rp1.840. Kenaikan ini sempat memberikan harapan bahwa tren positif kembali terbentuk.

Sayangnya, setelah menguat ke Rp1.850, saham kembali terkoreksi ke Rp1.795 sebelum akhirnya pulih ke Rp1.870 pada 12 Juni. Momentum positif berlanjut hingga penutupan perdagangan 15 Juni di level Rp1.875.

Meski berhasil menutup periode di zona hijau dibandingkan beberapa hari sebelumnya, pergerakan dana asing masih menunjukkan kehati-hatian. Pada 15 Juni tercatat net foreign sell sekitar Rp3,78 miliar, setelah sebelumnya sempat terjadi net foreign buy sebesar Rp4,51 miliar pada 12 Juni. 

Di sisi lain, aktivitas transaksi tetap aktif. Nilai perdagangan pada 15 Juni mencapai sekitar Rp58,73 miliar dengan frekuensi lebih dari 11 ribu kali transaksi. Artinya, minat investor masih cukup tinggi.

Bagi investor jangka panjang, ekspansi ke Arab Saudi dapat dipandang sebagai investasi strategis yang membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat posisi BSI sebagai pemain syariah regional. 

Sinergi antara Indonesia dan Timur Tengah berpotensi menciptakan peluang bisnis yang lebih luas, baik pada sektor perdagangan halal, pembiayaan korporasi, maupun layanan haji dan umrah.

Sementara bagi pelaku pasar jangka pendek, volatilitas harga sepanjang Juni menunjukkan bahwa saham BRIS masih sangat dipengaruhi sentimen pasar dan arus dana investor. Kinerja fundamental yang solid belum tentu langsung diterjemahkan menjadi kenaikan harga yang konsisten.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait