Syariah 29 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Emiten Cat Keluarga Tanoko (AVIA) Gas Pol, Laba Naik Dua Digit

Distribusi makin dalam, produk baru terus diluncurkan, sementara ekspansi pabrik dan belanja modal disiapkan untuk menjaga laju pertumbuhan sepanjang 2026.

Kinerja AVIA Q1 2026 tumbuh dua digit, laba Rp503 miliar. Proyek pabrik Cirebon dan ekspansi distribusi jadi fokus tahun ini.

Selain pabrik Sidoarjo, Avian juga sedang membangun pabrik Cirebon dengan nilai investasi mencapai Rp750 miiliar. (Foto: dok Avia Avian)
Selain pabrik Sidoarjo, Avian juga sedang membangun pabrik Cirebon dengan nilai investasi mencapai Rp750 miiliar. (Foto: dok Avia Avian)

Daftar Isi

  1. 01 Lebih Dari 60.000 Toko
  2. 02 Target Pertumbuhan dan Volume Penjualan
  3. 03 Pabrik Cirebon Senilai Rp750 Miliar
  4. 04 Dividen Tunal Rp23 per Saham

KABARBURSA.COM – Tiga bulan pertama 2026 menjadi pembuka yang cukup kuat bagi PT Avia Avian Tbk (AVIA). Di tengah dinamika biaya bahan baku dan tekanan global, produsen cat milik keluarga Tanoko ini justru mencatatkan pertumbuhan dua digit, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

Pendapatan AVIA tercatat Rp2,3 triliun pada kuartal I-2026, naik 16,8 persen secara tahunan. Laba bersih juga ikut tumbuh 12,5 persen menjadi Rp503 miliar, dengan marjin tetap terjaga di level 21,3 persen.

Jika ditarik ke dalam, sumber pertumbuhan terlihat cukup merata. Segmen solusi arsitektur yang menjadi tulang punggung bisnis tumbuh 15,7 persen. Begitu pula dengan segmen barang dagangan yang gas pol di level 21,6 persen. Hal ini juga sejalan dengan kenaikan volume penjualan solusi arsitektur sebesar 12,6 persen secara tahunan.

Lebih Dari 60.000 Toko

Distribusi menjadi salah satu fondasi utama dari laju ini. Dengan jaringan yang telah menembus lebih dari 60.000 toko, penetrasi pasar AVIA semakin dalam. Hal ini pula yang mempercepat rotasi produk di lapangan.

Ekspansi itu tidak berhenti di sisi jaringan. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, AVIA menambah dua pusat distribusi baru dan satu pusat distribusi mini. Jika ditotal, fasilitas distribusi milik sendiri kini mencapai 131 titik.

Langkah ini berjalan paralel dengan strategi menjaga rantai pasok. Ketika harga bahan baku bergerak fluktuatif, perusahaan memilih memperkuat hubungan pemasok, meningkatkan level persediaan, dan mengatur prioritas pengiriman agar operasional tetap stabil.

Target Pertumbuhan dan Volume Penjualan

Di sisi produk, AVIA juga terlihat agresif. Sepanjang kuartal I-2026, perusahaan meluncurkan tujuh produk baru yang mencakup cat tembok, pelapis anti bocor, hingga cat lantai, yang menyasar berbagai segmen dari ekonomis hingga premium.

Dengan fondasi awal tersebut, manajemen memasang target yang lebih moderat untuk sepanjang tahun. Pendapatan ditargetkan tumbuh di kisaran 6–10 persen, sementara volume penjualan dibidik naik 4–8 persen.

Target ini menunjukkan pendekatan yang lebih terukur dibandingkan realisasi kuartal pertama yang sudah mencapai dua digit. Artinya, perusahaan tetap membuka ruang pertumbuhan, namun dengan asumsi kondisi pasar yang lebih dinamis sepanjang sisa tahun.

Pabrik Cirebon Senilai Rp750 Miliar

Di belakang layar, mesin ekspansi juga masih terus berjalan. Salah satu proyek utama adalah pembangunan pabrik ketiga di Cirebon, Jawa Barat, dengan total investasi sekitar Rp750 miliar, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.

Pabrik ini menjadi bagian dari alokasi belanja modal tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 5–6 persen dari penjualan. Dari total tersebut, sekitar 2,5–3 persen dialokasikan untuk kebutuhan rutin seperti perbaikan fasilitas, sistem IT, armada distribusi, dan mesin tinting di toko.

Sementara sisanya diarahkan untuk ekspansi, termasuk penyelesaian proyek pabrik baru dan penguatan infrastruktur distribusi. Estimasi alokasi ekspansi yang tersisa pada tahun ini berada di kisaran Rp255 miliar.

Dividen Tunal Rp23 per Saham

Di sisi aksi korporasi, AVIA juga telah membagikan dividen tunai sebesar Rp1,36 triliun atau Rp23 per saham dari laba tahun buku 2025. Selain itu, hingga akhir 2025, perusahaan telah merealisasikan penggunaan dana IPO sebesar Rp5,39 triliun untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan modal kerja.

Rangkaian data ini menunjukkan satu pola yang konsisten. Pertumbuhan AVIA pada awal tahun tidak hanya ditopang oleh peningkatan penjualan, tetapi juga oleh kombinasi distribusi yang luas, inovasi produk, serta ekspansi kapasitas yang terus berjalan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait