KABARBURSA.COM – Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mengawali pekan ini dengan tekanan yang cukup dalam. Namun, dalam dua hari terakhir, PGAS mampu membalikkan keadaan. Pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, PGAS ditutup menguat 1,58 persen ke level 1.925, dengan aktivitas beli yang terlihat sangat aktif.
Kenaikan ini menjadi menarik, karena berlangsung ketika arus dana asing mulai berbalik masuk ke saham PGAS. Dalam dua perdagangan terakhir, asing tercatat konsisten melakukan akumulasi setelah sebelumnya melepas saham ini dalam jumlah besar.
Data perdagangan menunjukkan net foreign buy PGAS pada 7 Mei 2026 mencapai Rp7,05 miliar. Angka tersebut melanjutkan tren pembelian asing sehari sebelumnya yang juga mencatat net foreign buy Rp4,12 miliar.
Akumulasi tersebut menjadi hal penting dalam pergerakan PGAS yang sebelumnya mengalami tekanan jual asing sangat besar, terutama pada 4 Mei 2026. Pada hari itu, net foreign sell PGAS bahkan mencapai Rp18,67 miliar bersamaan dengan penurunan harga hingga 2,58 persen ke level 1.890.
Tekanan asing masih berlanjut pada 5 Mei 2026 dengan net sell Rp6,17 miliar. Namun menariknya, harga PGAS mulai menunjukkan daya tahan ketika koreksi mulai terbatas dan volume jual perlahan menyusut.
Asing Masuk, PGAS Mulai Rebound
Situasi berubah pada 6 Mei 2026 ketika arus dana asing mulai kembali masuk. Harga PGAS langsung rebound 1,34 persen ke level 1.895 dengan nilai transaksi mencapai Rp30,26 miliar.
Momentum tersebut berlanjut pada perdagangan hari ini. Nilai transaksi PGAS melonjak menjadi Rp48,52 miliar dengan volume mencapai 253,71 juta saham dan frekuensi transaksi sebesar 5,62 ribu kali.
Lonjakan aktivitas itu membuat PGAS mulai terlihat kembali masuk radar pelaku pasar, terutama setelah saham ini berhasil bertahan di atas area psikologis 1.900. Struktur pergerakan harian juga mulai memperlihatkan perubahan arah setelah tekanan jual asing mereda.
Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai posisi PGAS saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave [c] dari wave B pada label hitam. Fase tersebut umumnya identik dengan potensi penguatan lanjutan dalam pola rebound jangka menengah.
MNC Sekuritas pun merekomendasikan strategi buy on weakness pada area 1.800 hingga 1.885. Sementara target harga jangka pendek berada di level 1.970 dan 2.070, dengan batas stoploss di bawah 1.780.
Asing Beli di bawah Harga 1.900
Jika melihat struktur harga dalam empat perdagangan terakhir, ada satu hal yang mulai menonjol dari PGAS, yakni perubahan ritme akumulasi asing. Setelah agresif melakukan distribusi di area atas, asing kini mulai kembali melakukan pembelian ketika harga bergerak di area bawah 1.900.
Kondisi tersebut biasanya menjadi salah satu sinyal penting yang diperhatikan pelaku pasar. Apalagi, kenaikan harga PGAS saat ini mulai diikuti peningkatan nilai transaksi dan volume perdagangan harian.
Harga PGAS juga terlihat mulai bergerak stabil dengan pola higher low dalam dua sesi terakhir. Pada 6 Mei 2026, saham ini sempat bergerak dari area low 1.875 menuju penutupan 1.895. Sementara pada perdagangan kemarin, PGAS dibuka di 1.905 dan terus bergerak naik hingga menyentuh level tertinggi 1.925.
Meski belum sepenuhnya keluar dari fase konsolidasi, pergerakan tersebut mulai membuka peluang rebound lanjutan apabila arus beli asing terus berlanjut. Area 1.970 kini menjadi resistance terdekat yang mulai diperhatikan pasar sebelum membuka ruang menuju level psikologis 2.000 hingga 2.070.
Di tengah pergerakan saham energi yang masih sensitif terhadap arah harga minyak dan sentimen global, PGAS mulai memperlihatkan tanda-tanda bahwa tekanan distribusi besar sebelumnya perlahan mulai mereda.(*)