Syariah 26 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Ex Date Dividen ADMR Semakin Dekat, Yield 2,5 Persen

Yield di kisaran 2,5 persen bertemu proyeksi pertumbuhan dan target analis yang lebih tinggi, namun pergerakan harga masih dalam fase konsolidasi.

ADMR bagi dividen Rp50 per saham dengan yield 2,5 persen. Simak analisis teknikal, proyeksi kinerja, dan target harga analis.

Dividen ADMR segera memasuki masa ex date. Jika dilihat dari pergerakan harga, saham ditutup di zona hijau pada sesi terakhir perdagangan pekan ini. (Foto: dok Alamtri Minerals Indonesia)
Dividen ADMR segera memasuki masa ex date. Jika dilihat dari pergerakan harga, saham ditutup di zona hijau pada sesi terakhir perdagangan pekan ini. (Foto: dok Alamtri Minerals Indonesia)

Daftar Isi

  1. 01 Teknikal dan Konsensus Analis

KABARBURSA.COM – Rencana pembayaran dividen PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) semakin dekat. Dua hari lagi memasuki fase ex-date, yaitu batas waktu penting untuk menentukan siapa yang berhak menerima dividen.

ADMR telah menetapkan pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp50,32 per saham, dengan jadwal ex-date pada 28 April 2026 dan pembayaran pada 6 Mei 2026. Angka ini tidak jauh berbeda dari estimasi berbasis konversi kurs dolar AS di kisaran Rp50 per saham, dengan asumsi kurs Rp17.100 per dolar AS dan total dividen sekitar Rp2,05 triliun. 

Dengan harga saham yang berada di kisaran Rp1.880–1.935, dividend yield berada di rentang 2,5 hingga 2,6 persen.

Jika dilihat dari payout ratio yang mencapai 46,03 persen, distribusi dividen ini mencerminkan alokasi laba yang hampir setengahnya dikembalikan kepada pemegang saham. 

Teknikal dan Konsensus Analis

Namun pergerakan harga tidak hanya ditentukan oleh dividen. Secara teknikal, posisi ADMR saat ini berada dalam fase wave [b] dari wave B, yang umumnya merupakan bagian dari pola konsolidasi sebelum arah berikutnya terbentuk. 

Rentang 1.775 hingga 1.865 menjadi area yang kini diperhatikan sebagai zona masuk, dengan target pergerakan berada di kisaran 1.970 hingga 2.090. Batas pengamanan berada di bawah 1.740.

Menariknya, jika melihat konsensus analis, terdapat ruang yang masih terbuka dari sisi valuasi. Rata-rata target harga berada di level Rp2.409, dengan batas bawah Rp2.200 dan batas atas Rp2.700. 

Dibandingkan harga saat ini di Rp1.880, terdapat selisih yang menunjukkan adanya jarak antara posisi pasar dan estimasi nilai wajar menurut analis.

Di sisi fundamental, proyeksi kinerja juga menunjukkan tren peningkatan. Pendapatan diperkirakan naik dari Rp16,03 triliun pada 2025 menjadi Rp31,78 triliun pada 2026, dan kembali meningkat ke Rp43,33 triliun pada 2027. 

Laba bersih diproyeksikan tumbuh dari Rp4,47 triliun menjadi Rp7,43 triliun, lalu Rp10,03 triliun dalam periode yang sama. Sementara itu, EPS diperkirakan meningkat dari 109,31 menjadi 189,02 dan 243,03.

Data tersebut memperlihatkan adanya pertumbuhan kinerja yang diproyeksikan berlanjut dalam dua tahun ke depan. Dengan demikian, dividen yang dibagikan saat ini menjadi bagian dari distribusi hasil kinerja yang berjalan, sementara proyeksi ke depan tetap menunjukkan ekspansi.

Dalam konteks pasar, kombinasi antara dividen, proyeksi kinerja, dan posisi teknikal menciptakan dinamika yang berlapis. Di satu sisi, dividen memberikan daya tarik jangka pendek menjelang ex-date

Di sisi lain, pergerakan harga masih berada dalam fase konsolidasi yang membuat arah jangka pendek belum sepenuhnya terbentuk.

Dengan struktur tersebut, pendekatan yang digunakan tetap berada pada skema buy on weakness, dengan fokus pada area bawah sebagai titik masuk. Pergerakan berikutnya akan ditentukan oleh respons harga di area support, serta bagaimana pasar merespons momentum dividen yang akan berlangsung dalam waktu dekat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait