Syariah 20 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Gerai Bertambah, Laba Meledak, ini yang Dorong Kinerja MIDI

Laba melonjak 62 persen saat pendapatan tumbuh terbatas, efisiensi biaya dan pelepasan Lawson dorong kinerja MIDI di tengah ekspansi gerai.

Laba MIDI melonjak 62 persen di 2025 ditopang efisiensi dan pelepasan Lawson, proyeksi 2026 masih tumbuh moderat.

MIDI bukukan laba bersih naik 62,43 persen. Produk konsumen masih menjadi penopang utama. (Foto: dok Midi Utama Indonesia)
MIDI bukukan laba bersih naik 62,43 persen. Produk konsumen masih menjadi penopang utama. (Foto: dok Midi Utama Indonesia)

Daftar Isi

  1. 01 Aset Bertambah, Liabilitas Naik Tipis
  2. 02 Proyeksi Analis

KABARBURSA.COM – Kinerja PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) sepanjang 2025 memperlihatkan perubahan yang lebih tajam pada sisi profitabilitas dibandingkan pertumbuhan pendapatan, ketika lonjakan laba terbentuk di tengah ekspansi jaringan dan penyesuaian struktur biaya.

MIDI membukukan laba bersih Rp772,49 miliar pada 2025, meningkat 62,43 persen dari Rp475,58 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi saat pendapatan tumbuh lebih moderat sebesar 3,79 persen menjadi Rp20,64 triliun dari Rp19,89 triliun pada 2024.

Struktur pendapatan masih ditopang oleh segmen utama ritel produk konsumen. Penjualan produk makanan menjadi kontributor terbesar dengan Rp11,35 triliun, diikuti produk non-makanan sebesar Rp5,86 triliun dan makanan segar Rp3,44 triliun. 

Jaringan distribusi yang tersebar melalui Alfamidi, Alfamidi Super, dan Midi Fresh menjadi basis utama perolehan pendapatan tersebut.

Di tengah pertumbuhan top line yang terbatas, pergerakan laba lebih banyak ditopang oleh efisiensi. Beban pokok pendapatan memang meningkat menjadi Rp15,25 triliun dari Rp14,66 triliun, namun laba bruto tetap naik menjadi Rp5,40 triliun dari Rp5,23 triliun. 

Perubahan yang lebih signifikan terlihat pada beban operasional, di mana beban penjualan dan distribusi turun menjadi Rp4,18 triliun dari Rp4,23 triliun, sementara beban umum dan administrasi menyusut menjadi Rp447,97 miliar dari Rp487,83 miliar.

Efisiensi ini mendorong laba usaha naik 34,60 persen menjadi Rp967,99 miliar dari Rp719,17 miliar. Pada level sebelum pajak, laba tercatat Rp927,06 miliar, meningkat dari Rp658,28 miliar pada periode sebelumnya. Setelah dikurangi pajak, laba bersih tercatat Rp772,49 miliar.

Kontribusi tambahan juga datang dari komponen non-operasional. Penghasilan keuangan meningkat menjadi Rp12,88 miliar dari Rp3,99 miliar, sementara biaya keuangan turun 19,86 persen menjadi Rp42,30 miliar. 

Selain itu, perseroan mencatat penghasilan lain sebesar Rp230,83 miliar, termasuk dampak dari pelepasan kepemilikan saham pada PT Lancar Wiguna Sejahtera pada Mei 2025.

Aset Bertambah, Liabilitas Naik Tipis

Di sisi neraca, ekspansi bisnis tercermin pada pertumbuhan aset yang naik 4,54 persen menjadi Rp9,13 triliun. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan aset lancar, terutama kas dan bank yang mencapai Rp576,20 miliar. 

Liabilitas naik tipis menjadi Rp4,59 triliun, sementara ekuitas menguat menjadi Rp4,54 triliun dari Rp4,29 triliun.

Arus kas operasi juga menunjukkan perbaikan dengan posisi Rp1,66 triliun, meningkat dari Rp1,60 triliun pada tahun sebelumnya. Pergerakan ini berjalan seiring dengan ekspansi jaringan gerai yang mencapai 2.587 unit hingga akhir 2025, bertambah dari 2.435 gerai pada 2024.

Ekspansi gerai ini mencerminkan pertumbuhan organik yang tetap berjalan di tengah upaya efisiensi biaya. Struktur tersebut membentuk kombinasi antara peningkatan skala usaha dan pengendalian beban operasional dalam satu periode.

Proyeksi Analis 

Jika melihat proyeksi analis, konsensus memperkirakan pendapatan MIDI akan mencapai Rp22,91 triliun pada 2026, meningkat dari estimasi Rp21,01 triliun pada 2025. Laba bersih diproyeksikan naik menjadi Rp846 miliar dari Rp737 miliar pada 2025, sementara laba usaha diperkirakan mencapai Rp973 miliar.

Proyeksi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kinerja ke depan masih diharapkan berlanjut, meskipun dengan laju yang lebih moderat dibandingkan lonjakan yang terjadi pada 2025. Struktur pertumbuhan tersebut mencerminkan kombinasi antara ekspansi jaringan, stabilitas penjualan ritel, serta pengelolaan biaya yang terus berjalan dalam operasional perseroan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait