Syariah 08 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

ICBP Masih Didukung Analis, Potensi Kenaikannya Tembus 46 Persen?

ICBP mulai bergerak naik di atas MA20 dengan lonjakan volume dan dukungan mayoritas analis global. Target konsensus masih terpaut lebar dari harga pasar saat ini.

ICBP naik 5,51 persen dan mulai breakout di atas MA20. Konsensus analis masih dominan buy dengan target harga rata-rata Rp10.514.

Ruang kenaikan ICBP masih cukup lebar. Dari 32 analis yang mengamati, 27 memberikan rekomendasi buy. (Foto: dok Indofood CBP)
Ruang kenaikan ICBP masih cukup lebar. Dari 32 analis yang mengamati, 27 memberikan rekomendasi buy. (Foto: dok Indofood CBP)

Daftar Isi

  1. 01 Ruang Kenaikan Sebesar 46,5 Persen

KABARBURSA.COM – Sektor konsumer sedang moncer. Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) salah satu yang menunjukkan pergerakan, usai naik 5,51 persen ke level 7.175. Volume transaksinya melonjak dan pergerakan harganya berhasil menembus area rata-rata pergerakan 20 hari atau moving average (MA20).

Apa artinya ini? Secara teknikal, pergerakan ini cukup menarik diperhatikan, karena sudah terlalu lama ICBP bergerak di area bawah. Dan saat ini, MNC Sekuritas dalam riset teknikalnya menyebut posisi ICBP diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C. Bagian ini umumnya identik dengan fase penguatan lanjutan dalam struktur gelombang harga.

Karenanya, MNC Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk ICBP pada area 7.100 hingga 7.150. Adapun target harga jangka pendeknya berada di level 7.275 dan 7.400. Sementara, batas stoploss ada di bawah 7.050, untuk menjaga risiko apabila pergerakan kembali berbalik arah.

Ruang Kenaikan Sebesar 46,5 Persen

Menariknya, konsensus analis terhadap ICBP juga masih tergolong sangat positif. Dari total 32 analis yang memantau saham ini, sebanyak 27 analis memberikan rekomendasi buy, lima analis memilih hold, dan tidak ada satu pun yang merekomendasikan sell

Jika dilihat dari sisi valuasi, ruang kenaikan ICBP juga masih terlihat cukup lebar. Konsensus analis menempatkan target harga rata-rata di level Rp10.514 per saham. Angka tersebut berada sekitar 46,5 persen di atas harga pasar saat ini yang berada di level Rp7.175.

Dengan kata lain, jika target rata-rata analis tersebut tercapai, potensi kenaikan harga ICBP masih terbuka sekitar Rp3.339 per saham dibanding posisi sekarang. Bahkan dalam skenario optimistis, target tertinggi analis berada di level Rp15.800, sedangkan target terendah masih dipatok di area Rp7.500 atau sedikit di atas harga pasar saat ini.

Kondisi itu memperlihatkan bahwa pasar mulai melihat ICBP bukan hanya sebagai saham defensif konsumsi, tetapi juga sebagai emiten yang memiliki peluang re-rating valuasi ketika daya beli dan konsumsi domestik mulai kembali stabil.

Pergerakan ICBP juga mulai berbeda dibanding beberapa bulan sebelumnya ketika saham sektor konsumer cenderung tertahan akibat tekanan daya beli masyarakat dan pelemahan konsumsi rumah tangga. 

Kini, ketika arus dana mulai kembali masuk ke saham-saham defensif dan berbasis kebutuhan pokok, ICBP perlahan kembali masuk radar pelaku pasar.

Kenaikan harga yang mulai diikuti volume besar biasanya menjadi salah satu sinyal penting dalam perubahan momentum perdagangan. Apalagi, struktur harga ICBP saat ini juga mulai bergerak di atas area rata-rata jangka menengah, yang kerap dibaca pasar sebagai tanda awal pemulihan tren.

Meski demikian, ruang pergerakan ICBP tetap akan dipengaruhi kondisi pasar secara keseluruhan, termasuk arah IHSG, nilai tukar rupiah, hingga rotasi dana asing ke sektor konsumer. Dalam jangka pendek, area 7.275 hingga 7.400 menjadi titik yang mulai diperhatikan pelaku pasar setelah saham ini berhasil keluar dari tekanan konsolidasi sebelumnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait