KABARBURSA.COM - Tahun depan Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 jamaah. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas setelah menghadiri Tasyakuran Penutupan Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1445 H. Yaqut mengungkapkan bahwa kuota ini telah disepakati berdasarkan surat yang diterimanya dari Wakil Kementerian Bidang Urusan Haji Ayed Al Ghuwainim.
Yaqut menyampaikan apresiasi kepada Arab Saudi atas pengumuman kuota haji yang dilakukan lebih awal. Hal ini memungkinkan Indonesia untuk mempersiapkan penyelenggaraan haji secara lebih efisien. Ia juga menekankan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun sebelumnya, 1445 H/2024 M, berjalan dengan sukses. Indikator keberhasilan tersebut antara lain adalah pelayanan yang lancar pada fase kedatangan jamaah.
Tahun ini, kuota jamaah haji reguler sebanyak 213.320 jamaah terserap dengan optimal, hanya menyisakan sedikit jamaah yang tidak bisa digantikan karena proses pemvisaan sudah ditutup. Ini merupakan angka kuota terserap yang terkecil dalam lebih dari sepuluh tahun penyelenggaraan ibadah haji.
Selain itu, layanan fast track juga diperkenalkan untuk pertama kalinya di tiga embarkasi utama Indonesia, yaitu Jakarta, Solo, dan Surabaya, dan berjalan dengan lancar. Layanan-layanan lain seperti katering, transportasi, akomodasi, serta perlindungan dan bimbingan ibadah juga telah tersedia dengan baik bagi jamaah haji.
Menag Yaqut menekankan bahwa meskipun Indonesia merupakan pengirim jamaah haji terbesar di dunia, penyelenggaraan haji adalah tugas yang tidak mudah tetapi dapat diatasi dengan koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait.