Syariah 21 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Laba Astra Otoparts (AUTO) Naik 10,6 Persen, Beban Pokok Ikut Naik

Kinerja kuartal pertama menunjukkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan, diikuti kenaikan beban serta perubahan struktur aset dan liabilitas.

AUTO catat laba bersih Rp558,95 miliar di Q1 2026. Pendapatan naik jadi Rp5,26 triliun, simak detail kinerja dan struktur keuangannya.

Astra Otoparts catatkan pertumbuhan laba bersih kuartal I sebesar Rp558,95 miliar. (Foto: dok AUTO)
Astra Otoparts catatkan pertumbuhan laba bersih kuartal I sebesar Rp558,95 miliar. (Foto: dok AUTO)

KABARBURSA.COM – Kinerja keuangan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada Kuartal I-2026 sebesar Rp558,95 miliar atau naik 10,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp505,58 miliar. 

Kinerja ini ditopang oleh kenaikan pendapatan yang tercatat sebesar Rp5,26 triliun, atau tumbuh 7,4 persen secara tahunan dari Rp4,89 triliun. Peningkatan pada sisi top line tersebut menjadi basis utama pergerakan laba pada awal tahun ini.

Pertumbuhan pendapatan diikuti oleh kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 7,7 persen menjadi Rp4,41 triliun. Dengan komposisi tersebut, laba bruto tercatat Rp841,87 miliar atau meningkat 5,8 persen dibandingkan Rp796,08 miliar pada Kuartal I-2025. 

Data ini menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan berjalan beriringan dengan peningkatan biaya produksi dalam periode yang sama.

Di tingkat operasional, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp669,18 miliar atau naik 10,5 persen dibandingkan Rp605,56 miliar pada periode Januari–Maret 2025. Setelah memperhitungkan beban pajak sebesar Rp100,13 miliar, laba periode berjalan mencapai Rp569,05 miliar atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan. 

Dari jumlah tersebut, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp558,95 miliar.

Struktur profitabilitas memperlihatkan pergerakan yang selaras antara pertumbuhan pendapatan dan laba. Laba bruto tumbuh 5,8 persen, sementara laba sebelum pajak meningkat 10,5 persen dan laba bersih naik 10,6 persen. 

Perbandingan ini mencerminkan bahwa pertumbuhan laba terjadi pada beberapa lapisan laporan keuangan dalam periode yang sama.

Dari sisi neraca, total aset AUTO per 31 Maret 2026 tercatat Rp23,56 triliun atau meningkat 4,2 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan kas dan setara kas menjadi Rp4,81 triliun, naik 6,1 persen dari Rp4,53 triliun. 

Posisi kas tersebut menjadi bagian dari struktur aset yang meningkat pada awal tahun.

Di sisi lain, total liabilitas meningkat 7,5 persen secara year-to-date menjadi Rp6,07 triliun. Kewajiban tersebut didominasi oleh liabilitas jangka pendek sebesar Rp4,85 triliun, yang menunjukkan porsi terbesar dalam struktur kewajiban. 

Sementara itu, ekuitas tercatat Rp17,49 triliun atau naik 3,1 persen dibandingkan Rp16,96 triliun pada akhir 2025.

Komposisi antara aset, liabilitas, dan ekuitas menunjukkan bahwa pertumbuhan aset berjalan bersamaan dengan peningkatan kewajiban dan modal. Dengan total aset Rp23,56 triliun dan liabilitas Rp6,07 triliun, rasio liabilitas terhadap aset berada di kisaran sekitar 25,7 persen berdasarkan data yang tersedia. 

Sementara itu, ekuitas tetap menjadi komponen terbesar dalam struktur pendanaan perusahaan.

Kinerja keuangan pada Kuartal I-2026 ini terjadi dalam konteks peningkatan pendapatan dan biaya secara bersamaan. Pertumbuhan laba bersih, laba sebelum pajak, serta laba bruto tercatat dalam rentang pertumbuhan satu digit hingga dua digit secara tahunan. 

Seluruh data tersebut menggambarkan posisi kinerja AUTO pada tiga bulan pertama tahun berjalan berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait