Syariah 30 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Laba MDLA Naik 15 Persen, Penjualan Tumbuh Tipis dan Margin Menguat

Kinerja ditopang efisiensi biaya dan lonjakan pendapatan bunga, meski laba per saham justru turun.

MDLA bukukan laba Rp398 miliar di 2025 naik 15,9 persen. Penjualan hanya tumbuh 2,2 persen, margin menguat, namun EPS turun ke Rp30,17.

MDLA berhasil membukukan laba bruto sebesar Rp1,43 triliun, naik dari Rp1,37 triliun di 2024. (Foto: dok Medela Potentia)
MDLA berhasil membukukan laba bruto sebesar Rp1,43 triliun, naik dari Rp1,37 triliun di 2024. (Foto: dok Medela Potentia)

Daftar Isi

  1. 01 Laba Usaha Meningkat

KABARBURSA.COM – Kinerja PT Medela Potentia Tbk (MDLA) sepanjang 2025 menunjukkan pola yang tidak sekadar bertumpu pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga pada penguatan struktur profitabilitas. 

Di tengah kenaikan penjualan yang relatif moderat, perusahaan justru mencatat peningkatan laba yang lebih tinggi. Perbedaan laju ini membentuk gambaran bahwa perbaikan kinerja lebih banyak datang dari sisi efisiensi dan pengelolaan biaya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang berakhir 31 Desember 2025, MDLA membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp398,13 miliar. Angka ini meningkat 15,9 persen dibandingkan Rp343,26 miliar pada 2024. 

Kenaikan terjadi seiring dengan pertumbuhan pendapatan yang tercatat sebesar Rp14,89 triliun, naik 2,2 persen dari Rp14,56 triliun pada tahun sebelumnya. Selisih pertumbuhan antara pendapatan dan laba tersebut menunjukkan adanya perubahan struktur biaya yang lebih efisien sepanjang tahun.

Dari sisi operasional, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp13,45 triliun, sehingga menghasilkan laba bruto Rp1,43 triliun, naik dari Rp1,37 triliun pada 2024. Kenaikan laba bruto sebesar 4,8 persen ini berada di atas pertumbuhan penjualan, yang artinya ada perbaikan pada margin kotor. 

Struktur ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara harga jual dan biaya produksi dalam periode berjalan.

Laba Usaha Meningkat

Pada level laba usaha, MDLA mencatatkan Rp497,26 miliar, meningkat 6,6 persen dari Rp466,32 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi meskipun terdapat peningkatan pada beban penjualan serta beban umum dan administrasi. 

Dengan demikian, pergerakan laba usaha menunjukkan bahwa kenaikan biaya operasional masih dapat diimbangi oleh pertumbuhan pendapatan dan efisiensi di sisi lain.

Kontribusi dari pos non-operasional juga terlihat meningkat. Pendapatan bunga tercatat sebesar Rp28,48 miliar, naik signifikan dari Rp7,76 miliar pada 2024. Di saat yang sama, biaya keuangan turun menjadi Rp12,49 miliar dari Rp16,95 miliar, sehingga memberikan tambahan ruang terhadap peningkatan laba sebelum pajak.

Secara keseluruhan, total laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp400,77 miliar, meningkat 16,8 persen dibandingkan Rp343,09 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp392,26 miliar. 

Angka ini memperlihatkan konsistensi pertumbuhan kinerja di hampir seluruh lapisan laporan keuangan.

Namun, pada sisi per saham, terdapat pergerakan yang berbeda. Laba per saham dasar tercatat sebesar Rp30,17, turun dibandingkan Rp34,89 pada 2024. Penurunan ini terjadi di tengah kenaikan laba bersih, yang mencerminkan adanya perubahan jumlah saham beredar selama periode berjalan.

Rangkaian data ini memperlihatkan bahwa kinerja MDLA sepanjang 2025 terbentuk dari kombinasi pertumbuhan pendapatan, penguatan margin, serta perbaikan pada struktur keuangan. Pergerakan tersebut terjadi secara bertahap di setiap lapisan laporan keuangan, mulai dari laba bruto hingga laba komprehensif, dengan dinamika yang berbeda pada level laba per saham.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait