Syariah 24 Nov 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Pertumbuhan Ekstrem Mega Syariah di Segmen Card: Sinyal Kuat atau Alarm Risiko?

Pertumbuhan pembiayaan Bank Mega Syariah ditopang paling dominan oleh segmen Syariah Card, yang melonjak hingga 114 persen yoy

PT Bank Mega Syariah mencatat lompatan pembiayaan hingga 25,8 persen year on year (yoy) pada akhir Oktober 2025, jauh melampaui rata-rata industri perbankan.

PT Bank Mega Syariah mencatat lompatan pembiayaan hingga 25,8 persen year on year (yoy) pada akhir Oktober 2025
PT Bank Mega Syariah mencatat lompatan pembiayaan hingga 25,8 persen year on year (yoy) pada akhir Oktober 2025

KABARBURSA.COM - PT Bank Mega Syariah mencatat lompatan pembiayaan hingga 25,8 persen year on year (yoy) pada akhir Oktober 2025, jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional, dengan nilai tembus Rp9,185 triliun.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa secara nasional, pertumbuhan kredit perbankan hanya berada di level 7,36 persen yoy pada periode yang sama, melandai tipis dari 7,7 persen di bulan sebelumnya.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari konsistensi perusahaan memperluas akses pembiayaan yang sehat, terukur, dan berkelanjutan di tengah tekanan ekonomi global maupun domestik.

Ia menekankan bahwa perseroan akan terus memperkokoh fondasi bisnis, menjaga kualitas pembiayaan, dan menghadirkan solusi keuangan syariah yang inovatif serta inklusif agar semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang merasakan manfaat layanan syariah yang aman dan mudah. Dalam pernyataan resmi di Jakarta, Senin 24 November 2025.

Pertumbuhan pembiayaan Bank Mega Syariah ditopang paling dominan oleh segmen Syariah Card, yang melonjak hingga 114 persen yoy.

Selain itu, lini multifinance juga menjadi motor penggerak dengan kenaikan 37 persen yoy, di mana komposisi pembiayaan didominasi kredit motor sebesar 87 persen, disusul pembiayaan mobil 10 persen, dan sisanya untuk elektronik.

Pada segmen konsumer, pembiayaan tumbuh 33 persen yoy, ditopang oleh lonjakan Flexi Home yang mencatat pertumbuhan outstanding sekitar 37,51 persen.

Pertumbuhan signifikan juga muncul dari produk FLPP (Flexi Sejahtera) yang meningkat 57,63 persen yoy. Adapun pembiayaan Flexi Multiguna dan haji khusus Flexi Mitra Mabur mencatat percepatan luar biasa masing-masing 362,26 persen yoy dan 244,37 persen yoy.

Kenaikan pembiayaan ini sejalan dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang tetap solid. Hingga akhir Oktober 2025, DPK tumbuh sekitar 16,9 persen yoy, menembus lebih dari Rp12,28 triliun.

Perseroan menilai pertumbuhan DPK didorong oleh inovasi produk serta optimalisasi layanan digital yang memudahkan nasabah bertransaksi dan menabung, sehingga memperkuat likuiditas bank.

Performa profitabilitas Bank Mega Syariah juga menunjukkan penguatan signifikan sepanjang Januari–Oktober 2025, tercermin dari kenaikan return on asset (ROA) dan return on equity (ROE).

ROA berada di rentang 1,0–1,4 persen, mencerminkan efektivitas pengelolaan aset meski industri perbankan masih menghadapi tekanan.

Sementara itu, ROE meningkat dari 5,81 persen pada Januari menjadi 7,10 persen pada Oktober 2025, menandai penguatan modal yang menghasilkan imbal hasil lebih tinggi bagi para pemegang saham.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait