Syariah 27 Jan 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

RI Jadi Pilot Country B57+ bikin Kuat Ekonomi Halal di Asia-Pasifik

Pengembangan halal economy, yang diyakini sebagai pilar krusial untuk memperkuat fondasi ekonomi berkelanjutan

Indonesia menempatkan diri di garis depan inisiatif B57+ setelah IBC menjalin koordinasi intens dengan ICCD untuk mendirikan B57+ Governance Council.

Ilustrasi Ekonomi Syariah. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Ekonomi Syariah. Foto: Dok KabarBursa.com

Daftar Isi

  1. 01 Memformalisasi dan Memfinalisasi Aspek Teknis

KABARBURSA.COM - Indonesia menempatkan diri di garis depan inisiatif B57+. Persiapannya matang dan melibatkan banyak negara.

B57+ adalah inisiatif platform kerja sama bisnis dan ekonomi yang berada dalam ekosistem OIC Organisasi Kerja Sama Islam atau akrab disebut OKI. B57+ merepresentasikan 57 negara anggota OIC (Business 57) ditambah (“+”) negara mitra non-OIC, sektor swasta global, dan pemangku kepentingan strategis lainnya. 

Setelah Indonesia Business Council (IBC) menjalin koordinasi intens dengan Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) untuk mendirikan B57+ Governance Council. Lalu Inisiatif ini lahir dari peluncuran B57+ pada OIC Ministerial Meetings di Istanbul, Turki, November 2025.

Informasi umum, IBC dalah sebuah organisasi atau forum yang dibentuk untuk memfasilitasi kerja sama antara sektor bisnis, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan internasional.

ICCD menyambut gagasan tersebut dengan antusiasme tinggi, memberikan lampu hijau terhadap draft struktur tata kelola yang disiapkan sebagai kerangka awal implementasi. ICCD menilai Indonesia sebagai negara paling representatif untuk menjadi pilot country. Model governance council ini dibangun melalui dua entitas utama: B57+ Asia-Pacific Governance Council, yang berkedudukan di Jakarta, dan B57+ Indonesia Governance Council di tingkat nasional. 

Posisi strategis Indonesia di Asia-Pasifik diproyeksikan menjadi focal point bagi kerja sama negara anggota maupun non-anggota OIC. 

Fokusnya jelas: pengembangan halal economy, yang diyakini sebagai pilar krusial untuk memperkuat fondasi ekonomi berkelanjutan di kawasan.

Memformalisasi dan Memfinalisasi Aspek Teknis

Di tahap berikutnya, tim ICCD tengah berkoordinasi dengan Standing Committee for Economic and Commercial Cooperation (COMCEC) OIC untuk memformalisasi dan memfinalisasi aspek teknis governance council. Diskusi mencakup perumusan komposisi keanggotaan B57+ Asia-Pacific, mekanisme koordinasi dengan ICCD dan badan-badan OIC terkait, serta desain model kerja sama di level nasional maupun lintas negara. 

Proses ini dipandang vital agar tata kelola B57+ dapat berjalan efektif, terstruktur, dan selaras dengan kerangka OIC yang lebih luas.

Peluncuran resmi B57+ Governance Council direncanakan pada pembukaan IES 2026, di mana Presiden ICCD, Mr. Abdullah Saleh Kamel, akan menyampaikan keynote address sekaligus meresmikan inisiatif tersebut. Pasca-IES 2026, ICCD dan IBC akan memulai konsolidasi platform B57+ dan mengintegrasikannya ke dalam kerangka kerja OIC. 

Salah satu langkah strategis adalah penyelenggaraan B57 Summit sebagai side event dari OIC Ministerial Meetings tahunan, yang diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan kerja sama internasional sekaligus mendorong inovasi dalam halal economy.

Dengan inisiatif ini, Indonesia tidak hanya menegaskan posisinya sebagai pionir dalam pengembangan ekonomi halal di Asia-Pasifik, tetapi juga menjadi katalisator kolaborasi lintas negara, membuka wawasan baru, dan menciptakan peluang strategis bagi negara anggota OIC serta mitra global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait