Syariah 19 Jan 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Ruang Kenaikan Harga INET Terbuka, Segini Targetnya

Harga masih bergerak di dalam fase konsolidasi sehat, dengan struktur tren naik tetap terjaga dan level 580 menjadi area penentuan arah berikutnya bagi pergerakan jangka pendek.

Saham INET bergerak di fase konsolidasi sehat dengan struktur uptrend terjaga. Area 580 menjadi level krusial untuk membuka peluang kenaikan lanjutan.

Saham INET masih berada dalam dorongan beli yang sangat kuat. Foto: Dok Sinergi Inti Andalan Prima.
Saham INET masih berada dalam dorongan beli yang sangat kuat. Foto: Dok Sinergi Inti Andalan Prima.

Daftar Isi

  1. 01 Dorongan Beli Masih Cukup Kuat

KABARBURSA.COM – Ruang kenaikan bagi saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terbuka lebar. Setelah pada Senin, 19 Januari 2026, hingga pukul 10.29 WIB, harga bergerak di kisaran 550–570, setelah sempat melonjak hingga 585 dan mencetak kenaikan intraday sekitar 9,62 persen, peluang untuk bergerak ke atas sangat mungkin terjadi di sepanjang sesi hari ini. 

Lonjakan kenaikan harga INET ini memperpanjang tren positif yang sudah terbentuk sejak akhir 2025. Hal ini senada jika dilihat dari struktur teknikalnya. Saat ini INET masih berada dalam major uptrend jangka menengah hingga panjang. 

Harga yang terbentuk secara konsisten bertahan di atas rata-rata pergerakan MA50, MA100, dan MA200, yang seluruhnya mengarah naik. Inilah yang kemudian menandakan bahwa arah dominan pasar masih berada di sisi pembeli, bukan sekadar pantulan jangka pendek.

Namun, sejak reli tajam yang dimulai pada November, pergerakan harga kini memasuki fase konsolidasi sehat di rentang 520–580. Pola ini mencerminkan proses penyerapan pasokan oleh pasar, bukan distribusi agresif. 

Area tersebut berfungsi sebagai zona penyeimbang antara aksi ambil untung dan masuknya minat beli baru.

Dorongan Beli Masih Cukup Kuat

Melihat pergerakan INET pada perdagangan hari ini, memperlihatkan bahwa dorongan beli masih cukup kuat. Lonjakan cepat ke atas 560 menunjukkan respons pasar terhadap area support dinamis di sekitar 520–530. Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, struktur uptrend tetap terjaga.

Analis Rita Efendi mengamati level 580 menjadi titik krusial bagi INET. Jika harga mampu melakukan penutupan di atas area ini, maka secara teknikal INET akan keluar dari fase konsolidasi dan kembali masuk fase impulsif. 

Dalam skenario ini, ruang kenaikan terbuka menuju area 630 sebagai target pertama, lalu berlanjut ke 700 jika momentum berlanjut.

Di sisi lain, jika terjadi koreksi, area 520 hingga 500 masih tergolong sebagai zona akumulasi teknikal. Selama harga tidak menembus ke bawah 485, koreksi tersebut lebih tepat dibaca sebagai retracement sehat, bukan pembalikan tren.

Struktur risiko juga masih terkontrol. Level 485 dan 460 menjadi batas invalidasi tren naik. Penurunan ke bawah area ini akan mengubah struktur menjadi netral hingga bearish, tetapi sejauh ini belum ada sinyal kuat ke arah tersebut.

Dengan struktur seperti ini, pendekatan perdagangan terbagi menjadi dua skenario. Pertama, strategi follow trend dengan masuk saat terjadi breakout, yakni jika harga mampu ditutup stabil di atas 580. Kedua, strategi buy on weakness, dengan memanfaatkan koreksi menuju area 520–500 selama struktur uptrend masih valid.

Secara keseluruhan, INET hari ini masih berada dalam fase konsolidasi yang konstruktif di dalam tren naik utama. Selama harga bertahan di atas zona support kunci dan belum menembus area invalidasi, bias pergerakan tetap mengarah ke atas, dengan potensi pengujian ulang area 580 dan peluang lanjutan menuju 630 hingga 700 jika breakout terkonfirmasi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait