Syariah 16 Jan 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

SOHO Pastikan Alih Usaha ke Obat Tradisional, Bagaimana Peluangnya?

Lewat anak usaha SIP, SOHO membidik pasar bahan baku obat tradisional dan mengaktifkan kembali bisnis pergudangan, dengan proyeksi pendapatan menanjak hingga 2030.

SOHO ekspansi ke bisnis bahan baku obat tradisional lewat SIP. Pendapatan diproyeksikan naik hingga 2030, sahamnya sudah reli ratusan persen.

Lewat anak usahanya, SOHO memperluas jangkauan bisnis dengan memproduksi bahan baku obat tradisional dan pemanfaatan kembali gudang SIP. Foto: Dok SOHO Global Health.
Lewat anak usahanya, SOHO memperluas jangkauan bisnis dengan memproduksi bahan baku obat tradisional dan pemanfaatan kembali gudang SIP. Foto: Dok SOHO Global Health.

Daftar Isi

  1. 01 Uji Kelayakan Usaha Baru
  2. 02 Saham Solid di Zona Hijau

KABARBURSA.COM – PT SOHO Global Health Tbk, berkode emiten SOHO, memastikan diri untuk beralih usaha, memperluas cakupan bisnis usaha, ke bahan baku obat tradisional. Bisnis baru ini nantinya akan dikerjakan oleh anak usaha, PT Soho Industri Pharmasi (SIP). 

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026, perluasan bisnis ini merupakan langkah strategis untuk mendongkrak pendapatan Perseroan ke depan. Diketahui, SOHO memiliki 99,64 persen saham SIP.

Ada dua segmen bisnis yang dilaporkan, yaitu Industri Bahan Baku Obat Tradisional untuk Manusia (KBLI 21021) dan Pergudangan dan Penyimpanan (KBLI 52101). Untuk bisnis yang kedua merupakan pengaktifan kembali kegiatan usaha.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan SOHO Yuliana, menjelaskan bahwa kedua bisnis baru ini memiliki poptensi pasar yang menjanjikan. Pada segmen bahan baku obat tradisional, SIP berencana mengolah berbagai ekstrak dan simplisia, yang mencakup bahan dari tumbuhan, hewan, maupun mineral.

Sedangkan untuk bisnis pergudangan, rencananya SIP akan memanfaatkan aset yang dimiliki untuk penyimpanan barang sementara tujuan komersial.

Uji Kelayakan Usaha Baru

Agar usaha baru ini memberi menfaat signifikan bagi pendapatan perusahaan, SOHO telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik untuk melakukan studi kelayakan. Dan hasilnya, rencana tersebut layak untuk dijalankan. Dampaknya pun dinilai positif.

Jika melihat dari kinerja keuangannya, pendapatan SIP pada 2025 diperkirakan mencapai Rp1,63 triliun. Dan menurut KJPP, angka itu akan terus naik menjadi Rp2,45 triliun di 2030. Hal ini diperkirakan menjadi pendapatan dari kedua sektor yang sedang direncanakan.

Beralih ke laba bersih, pada 2025 diproyeksikan SIP akan mendapat laba bersih sebesar Rp247,52 miliar. Ada potensi kenaikan hingga Rp478,29 miliar di akhir 2030, yang juga tersulut dari perluasan usaha bahan baku obat tradisional dan pergudangan tadi.

Untuk itu, manajemen menegaskan bisnis baru ini tidak akan mengubah pola dan manajemen SIP secara keseluruhan. Tenaga kerja yang ada akan dioptimalkan melalui pelatihan dan Pendidikan untuk mendukung lini bisnis baru.

Dan rencananya, SOHO akan meminta restu dari pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. RUPSLB ini akan dilaksanakan pada 23 Februari 2026, di mana pemanggilan RUPSLB ini akan dilakukan pada 30 Januari 2026.

Saham Solid di Zona Hijau

Sepertinya, segala aksi korporasi yang dilakukan SOHO mendapat reaksi baik dari pasar. Hal ini terbukti dari harga saham yang konsisten berada di jalur hijau.

Dalam enam bulan terakhir, harga SOHO telah melonjak lebih dari 400 persen, sementara dalam setahun terakhir kenaikannya menembus 416 persen. Ini bukan fase awal sebuah tren, melainkan fase lanjut, yaitu fase di mana pasar mulai menguji seberapa jauh harga bisa bertahan di level tinggi.

Dalam jangka pendek pun, pergerakan masih agresif. Dalam sepekan terakhir, harga sudah naik lebih dari 100 persen, sementara dalam sebulan mencatat kenaikan di atas 150 persen. Kenaikan harian yang masih berada di kisaran 5 persen menunjukkan bahwa minat beli belum sepenuhnya menghilang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait