Syariah 25 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

ST016 Terbit Dua Minggu Lagi, Investasi Apa dan Bagaimana Mendapatkannya?

Sukuk Tabungan ST016 hadir 8 Mei–3 Juni 2026 dengan skema floating with floor, menawarkan potensi imbal hasil naik dan tetap dijamin negara di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

ST016 hadir sebagai SBN syariah dengan imbal hasil fleksibel dan aman, cocok untuk passive income di tengah pasar yang bergejolak.

ST016 hadir dengan skema imbal hasil floating with floor, yaitu tingkat kupon yang dapat menyesuaikan pergerakan suku bunga. (Foto: dok KabarBursa)
ST016 hadir dengan skema imbal hasil floating with floor, yaitu tingkat kupon yang dapat menyesuaikan pergerakan suku bunga. (Foto: dok KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 Tentang ST016
  2. 02 Cara Mendapatkannya

KABARBURSA.COM – Bursa global dan domestik sedang berada dalam kondisi yang kurang baik, namun tidak perlu khawatir karena ada beberapa pilihan investasi yang bisa diambil.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata, kepada KabarBursa.com menyampaikan, salah satu alternatif investasi yang bisa dipilih oleh masyarakat dan dengan risiko minim adalah Surat Utang Negara (SUN).

Salah satu yang akan hadir dalam waktu dekat adalah Sukuk Tabungan seri ST016. Sukuk ini merupakan instrumen investasi syariah ritel yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Instrumen investasi ini dijamin oleh negara dan tentunya aman.

Produk ini dijadwalkan mulai ditawarkan kepada investor pada 8 Mei hingga 3 Juni 2026, melanjutkan rangkaian penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang menyasar investor individu.

Tentang ST016

ST016 hadir dengan skema imbal hasil floating with floor, yaitu tingkat kupon yang dapat menyesuaikan pergerakan suku bunga, namun tidak akan turun di bawah batas minimal yang telah ditetapkan sejak awal. 

Struktur ini berbeda dengan Sukuk Ritel (SR) yang memberikan imbal hasil tetap atau fixed rate selama masa investasi.

Dengan karakteristik tersebut, ST016 menawarkan kombinasi antara potensi kenaikan imbal hasil dan perlindungan terhadap penurunan kupon. Instrumen ini juga dijamin oleh negara, sehingga termasuk dalam kategori investasi dengan risiko relatif rendah.

Penerbitan ST016 datang tidak lama setelah berakhirnya masa penawaran Sukuk Ritel seri SR024 pada 15 April 2026. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, SR024 mencatat penjualan sebesar Rp17,4 triliun.

Peralihan dari SR ke ST mencerminkan variasi instrumen yang ditawarkan pemerintah dalam menjangkau investor ritel. Jika SR menekankan kepastian imbal hasil, maka ST memberikan fleksibilitas terhadap perubahan suku bunga, dengan tetap menjaga batas bawah kupon.

Dalam konteks pasar saat ini, skema floating with floor menjadi salah satu fitur yang diperhatikan investor. Ketika suku bunga acuan bergerak naik, imbal hasil ST berpotensi ikut meningkat, sementara saat suku bunga turun, investor tetap memperoleh tingkat imbal hasil minimal.

Cara Mendapatkannya

Distribusi ST016 akan dilakukan melalui berbagai mitra, termasuk platform investasi digital dan perbankan. Investor dapat mengakses produk ini melalui mitra distribusi seperti Bibit, Bareksa, Bank Mandiri, serta kanal lainnya yang ditunjuk pemerintah.

Kehadiran ST016 juga memperluas pilihan instrumen bagi investor yang mencari aliran pendapatan berkala. Imbal hasil yang dibayarkan secara periodik menjadikan produk ini digunakan sebagai salah satu sumber pendapatan pasif dalam portofolio investasi.

Dengan jadwal penawaran yang telah ditetapkan, ST016 menjadi seri SBN ritel berikutnya yang tersedia setelah SR024. Pemerintah terus melanjutkan penerbitan instrumen syariah sebagai bagian dari strategi pembiayaan sekaligus memperdalam partisipasi investor domestik di pasar keuangan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait